Garut Batik in Fractal Geometry Review

By Batik_Fractal On 19 Mar 2020

Having successfully identified on its fractal dimension, Garut Batik was concluded to have similarities with Yogya and Solo Batik. This journal discusses in detail the pattern of Garut Batik in the fractal dimension on digital research that uses a comprehensive mathematical language. The classification of batik patterns shows the complexity, as well as the beauty that carries indigenous wisdom.

Fractals are one of the characteristics of batik in general, although each type of batik has its own fractal dimension characteristics that are influenced by regional factors. In addition, the birth of this complexity is due to the compliance of the craftsmen with traditional batik pakem (rules). Even so, digitizing batik through jBatik allows us to identify, even trace the origin of batik patterns that now exist, and create new motifs for the future.

Read more in this journal : Batik Garut in a Fractal Geometry review

Setelah berhasil diidentifikasi dimensi fraktalnya, Batik Garut disimpulkan punya kesamaan dengan Batik Yogya dan Solo. Jurnal ini membahas secara detil motif Batik Garut dalam dimensi fraktal dalam riset digital yang menggunakan bahasa matematika yang komprehensif. Kategorisasi motif batik ini menunjukkan kompleksitas, juga keindahan yang mengandung makna mendalam secara tradisi.

Fraktal adalah salah satu karakteristik batik secara umum, meski tiap-tiap jenis batik punya ciri khas fraktalnya masing-masing yang dipengaruhi faktor kedaerahan. Selain itu, lahirnya kompleksitas ini disebabkan kepatuhan para perajin terhadap pakem-pakem batik tradisional. Meski begitu, digitalisasi dengan jBatik memungkinkan kita untuk mengidentifikasi, bahkan melacak muasal pola batik yang kini ada, serta menciptakan motif-motif baru untuk hari depan.

Baca selengkapnya di jurnal ini:  Batik Garut dalam tinjauan Geometri Fraktal

Share this articles :

Impact