Jambi

By Batik_Fractal On 04 Apr 2020

Our introduction to Intel in 2011 expanded our attention to the batik tradition, even outside of Java. Batik Jambi, entered in radaar as one of the batik that is good and competes with batik or palace batik coast. We did an experiment by conducting workshops for children in several elementary schools in Jambi. Unexpectedly, their enthusiasm and curiosity actually made us exhausted but proud.

 Unlike workshops with adults, we teach them to use jBatik software with a drag & drop system from the shape collection that we have provided in the Batik Fractal data archive. Previously, we also talked about the tradition of Batik in Jambi, which was strongly influenced by Islamic, Chinese and Malay traditions. We decided to make batik pattern based on the Angso Duo motif, one of the most popular motives that means justice, gender equality, and harmony of beings. Angso Duo is just one of the many motifs of other fauna and flora figures in Jambi.

 At the end of the session, the children print their motives on paper and show them off to their parents. We are sure, knowledge that has been planted since childhood will continue to have a special place in their hearts and minds. Later, hopefully this memory can be their provision to re-explore the roots of their own traditions as Jambi people. This workshop, at some point is our effort to connect batik with the younger generation, the generation that is now believed to have moved away from the traditions and cultural heritage of the ancestors.

Perkenalan kami dengan Intel pada 2011 melebarkan jangkauan perhatian kami ke tradisi batik, bahkan di luar pulau Jawa. Batik Jambi, masuk dalam radar sebagai salah satu batik yang moncer dan bersaing dengan batik keraton atau batik pesisir. Kami melakukan eksperimen dengan membuat lokakarya untuk anak-anak di beberapa SD di Jambi. Tak disangka, antusias dan rasa penasaran mereka justru sampai membuat kami kelelahan namun bangga.

Tak seperti lokakarya dengan orang dewasa, kami mengajarkan mereka memanfaatkan software jBatik namun dengan sistem drag & drop dari koleksi bentuk yang telah kami sediakan di arsip data Batik Fractal. Sebelumnya kami juga bercerita soal tradisi Batik di Jambi yang sangat dipengaruhi oleh tradisi islam, cina, dan melayu. Kami memutuskan untuk membuat batik fractal dengan dasar bentuk motif Angso Duo, salah satu motif yang bermakna keadilan, kesetaraan gender, dan keselarasan makhluk. Angso Duo hanyalah satu dari banyak motif figur fauna dan flora lain di Jambi.

DI akhir sesi, anak-anak mencetak motif mereka di kertas dan memamerkannya ke orang tua mereka. Kami yakin, pengetahuan yang ditanam sejak kecil akan terus punya tempat spesial di hati dan otak mereka. Kelak, semoga ingatan ini bisa jadi bekal mereka untuk menggali kembali akar tradisi mereka sendiri sebagai orang Jambi. Lokakarya ini, dalam level tertentu merupakan usaha kami untuk menghubungkan batik dengan generasi muda, generasi yang saat ini diyakini telah menjauh dari tradisi dan warisan budaya leluhur.

  1. intel x batik fractal di SD di Jambi, motif Angso Duo (2011)
Share this articles :

Impact