BELAJAR FOTO DAN BRANDING, KIAT AMPUH MENAKLUKKAN PASAR DIGITAL BAGI PARA PENGUSAHA BATIK

Hari ketiga, masih di Hotel Solia Yosodipuro, peserta diajak melakukan praktek foto produk indoor dengan arahan dari tim ahli. Menggunakan dua ruangan besar di hotel Solia, peserta melihat dan dapat langsung praktek membuat studio mini, membuat konsep, memilih properti, hingga mengatur pencahayaan yang sesuai untuk membuat foto produk. Di hari ketiga ini, produk yang difoto adalah kategori homewear. Selain produk milik masing-masing, peserta juga mulai memotret koleksi ARGAPRAGA hasil pelatihan. Peserta pelatihan kali ini ada 15 orang yang mewakili kelompok batik dari Kab. Sragen dan Kab. Karanganyar. Sebagian juga mengikuti pelatihan sebelumnya, sementara sebagian lainnya belum. Ini berdasarkan fokus posisi dan pekerjaan mereka di masing-masing rumah batik. Setelah pelatihan indoor ini, kegiatan dilanjutkan oleh tim ahli yang melakukan photoshoot koleksi ARGAPRAGA di dua lokasi yaitu hutan jati di Sragen dan sungai di Karanganyar. Photoshoot ini dilakukan untuk memproduksi katalog produk hasil kolaborasi peserta program Peningkatan Kapasitas Usaha Ekraf Batik yang diberi judul ARGAPRAGA. Selama kegiatan, peserta yang lokasi tinggalnya dekat dengan lokasi kegiatan turut mengikuti, sehingga tahu bagaimana proses produksi foto produk dan katalog secara profesional berlangsung. Pelatihan ini adalah rangkaian terakhir sebelum nantinya kegiatan ditutup dengan pameran akhir dan rilis ARGAPRAGA, jenama kolektif yang menaungi produk kolaborasi peserta.

Setelah belajar tentang pemasaran digital dan bisnis di pelatihan sebelumnya, kini peserta pembatik dari Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar beralih ke materi selanjutnya.  Kegiatan Pelatihan Foto Produk dan Branding merupakan bagian keempat sekaligus yang terakhir dari rangkaian pelatihan yang diadakan oleh Badan Otorita Borobudur sejak bulan Juli 2022 lalu. Pelatihan ini diadakan pada 19-23 Oktober lalu di Hotel Solia Yosodipuro Solo. Selama tiga hari, peserta diajak mendalami pemahaman tentang branding, juga seluk beluk fotografi produk serta cara pemanfaatannya bagi usaha batik masing-masing.

Pelatihan hari pertama membahas tentang foto produk dan kaitannya dalam kegiatan pemasaran di sosial media dan e-commerce. Di sesi satu, materi tentang teknik dasar fotografi diberikan oleh tim ahli Ruly Leksmana. Teori tersebut lalu dipraktekkan oleh peserta di sesi kedua, di mana peserta diajak melakukan photoshoot sederhana di ruangan dengan objek produk-produk batik milik mereka.

Pada hari kedua, materi beralih ke branding dan identitas visual. Dua hal mendasar ini selama ini nyatanya belum benar-benar dipahami dan diaplikasikan pada usaha batik milik peserta. Materi yang diberikan terbagi dua sesi. Teori diberikan di sesi pertama, yang diakhiri dengan kegiatan peserta mengumpulkan aset-aset identitas visual yang mereka miliki dalam sebuah lembar kerja sesuai dengan petunjuk materi yang sudah dijelaskan sebelumnya. Lembar kerja ini kemudian dipresentasikan oleh masing-masing kelompok di depan kelas. Sesi diskusi berlangsung cair dan antusias dengan dipandu tiga tim ahli yaitu Mirza Maulana, Nancy Margried, dan Ruly Leksmana. Setelahnya, di sesi kedua peserta diajak merumuskan materi branding dan identitas visual, serta penerapannya dalam sosial media masing-masing. Foto-foto produk yang telah dibuat di hari pertama pelatihan digunakan sebagai bahan guna melengkapi rancangan identitas visual.

 

“Kegiatan Pelatihan Foto Produk dan Branding merupakan bagian keempat sekaligus yang terakhir dari rangkaian pelatihan yang diadakan oleh Badan Otorita Borobudur sejak bulan Juli 2022 lalu.”

sragen karanganyar 6 2
sragen karanganyar 6 5

Hari ketiga, masih di Hotel Solia Yosodipuro, peserta diajak melakukan praktek foto produk indoor dengan arahan dari tim ahli. Menggunakan dua ruangan besar di hotel Solia, peserta melihat dan dapat langsung praktek membuat studio mini, membuat konsep, memilih properti, hingga mengatur pencahayaan yang sesuai untuk membuat foto produk. Di hari ketiga ini, produk yang difoto adalah kategori homewear. Selain produk milik masing-masing, peserta juga mulai memotret koleksi ARGAPRAGA hasil pelatihan.


Peserta pelatihan kali ini ada 15 orang yang mewakili kelompok batik dari Kab. Sragen dan Kab. Karanganyar. Sebagian juga mengikuti pelatihan sebelumnya, sementara sebagian lainnya belum. Ini berdasarkan fokus posisi dan pekerjaan mereka di masing-masing rumah batik.

Setelah pelatihan indoor ini, kegiatan dilanjutkan oleh tim ahli yang melakukan photoshoot koleksi ARGAPRAGA di dua lokasi yaitu hutan jati di Sragen dan sungai di Karanganyar. Photoshoot ini dilakukan untuk memproduksi katalog produk hasil kolaborasi peserta program Peningkatan Kapasitas Usaha Ekraf Batik yang diberi judul ARGAPRAGA. Selama kegiatan, peserta yang lokasi tinggalnya dekat dengan lokasi kegiatan turut mengikuti, sehingga tahu bagaimana proses produksi foto produk dan katalog secara profesional berlangsung.

Pelatihan ini adalah rangkaian terakhir sebelum nantinya kegiatan ditutup dengan pameran akhir dan rilis ARGAPRAGA, jenama kolektif yang menaungi produk kolaborasi peserta.

sragen karanganyar 6 4