Penentuan lokasi pelatihan dan penandatanganan kerja sama dengan Sukabumi Creative Hub (SCH) segera disusul dengan proses perekrutan peserta. Selain menjemput bola dengan mendatangi langsung para pembatik di Sukabumi, tim Batik Fractal juga mengadakan audiensi dengan pemerintah daerah serta mengunjungi para pembatik di Cianjur.

Survei dan Persiapan Lokasi

Pada siang, 3 September 2023, tim Batik Fractal meninjau Bale Jayaniti, Sukabumi yang akan menjadi lokasi pembukaan program. Terdapat pilihan ruangan semi-outdoor dan indoor untuk 200 orang. Pilihan ini akan ditentukan kemudian hari bersama LPS.

Selanjutnya, pelatihan akan diadakan di Rumah Kreatif Milenial Polres Sukabumi Kota, Cikole, Sukabumi yang juga merupakan sekretariat Sukabumi Creative Hub (SCH). Namun, ruang aula dan kantor di lokasi ini perlu direnovasi terlebih dahulu dalam jangka waktu sepekan agar lebih layak digunakan.

Renovasi dan pembersihan meliputi pengecatan dan pelukisan mural, hingga pembenahan area toilet, dimulai sejak 5 September 2023. Perancangan perbaikan dilakukan oleh tim desain komunikasi visual Batik Fractal yang membuat sketsa tata letak ruangan serta merencanakan penempatan signage. Selain itu, terdapat perubahan skema kebijakan yang mempertimbangkan besaran biaya sarana dan prasarana, yaitu mengubah kebijakan dari menyewa menjadi membeli meja dan kursi.

Pembukaan Pendaftaran Peserta

Pembukaan perekrutan peserta diluncurkan melalui media sosial pada 4 September 2023 dengan judul Beasiswa Batik Fractal—LPS. Sejalan dengan peluncuran ini, tim Batik Fractal dan SCH bersinergi untuk memetakan calon peserta. Untuk mempercepat proses, tim SCH juga mendatangi para perajin untuk membantu mereka mengisi formulir pendaftaran.

Di samping mengunjungi pembatik, tim produk dan bisnis Batik Fractal juga bertandang ke penjahit, serta perajin sepatu dan tas untuk menjajaki peluang kerja sama produksi. Mereka juga melakukan survei bahan baku dengan mendatangi toko kain, aksesori jahit, serta bahan lain di Sukabumi.

Sambil memantau proses pendaftaran yang terus berjalan, tim produk dan bisnis bersama dengan tim SCH terus melakukan kurasi awal dari data para calon peserta yang mendaftar. Hal ini diperlukan untuk mengkonfirmasi serta melengkapi data, serta menentukan daftar usaha kecil menengah (UKM) yang dapat mengikuti program pelatihan. Selanjutnya, tim mendata jenis-jenis pelatihan yang dipilih peserta. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Audiensi dan Penjajakan Kerja Sama di Cianjur

Sebagian tim Batik Fractal juga berangkat ke Cianjur untuk menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak. Sebagai langkah awal, tim melakukan audiensi awal dengan Epra Haryono, Kepala Divisi KUKM, serta Romy, Kepala Bagian Perindustrian Dinas KUKM Cianjur. Pemerintah daerah Cianjur menyatakan dukungannya untuk pelatihan ini, serta mendorong keikutsertaan pelaku ekraf batik Cianjur. Pertimbangan lokasi dan jarak tempuh membuat pelatihan cukup dibatasi untuk UMKM yang berjarak tidak lebih dari satu jam perjalanan dari lokasi pelatihan.

Selanjutnya, tim juga menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak lain, antara lain Mario Devys sebagai Deputi Riset, Pendidikan, dan Edukasi Indonesia Creative Cities Network, serta Digimom.id. Keduanya berperan sebagai partner kolaborasi dalam pengawasan dan pendampingan peserta pelatihan dari Cianjur. Kerja sama ini ditandai dengan pembuatan perjanjian kesepakatan dengan Batik Fractal.

Pada hari yang sama, tim juga mengunjungi pembatik Cianjur untuk proses perekrutan. Umumnya, para perajin batik di Cianjur memproduksi batik cap dan batik tulis dengan bahan baku yang didatangkan dari Pekalongan dan Cirebon. Selain itu, tim produksi dan bisnis juga mempelajari kemungkinan kerja sama dengan para pembatik ini sebagai vendor produksi untuk pameran. Hal ini diperlukan karena kemungkinan besar pembuatan batik harus disebar ke berbagai lokasi produksi.

 

LPS Batik Fractal