Kendati gerimis, 69 peserta Pelatihan UMKM Batik Fractal – LPS tetap antusias berdatangan ke Bale Jayaniti, Sukabumi pada Selasa, 19 September 2023. Pada hari ini, kegiatan Sosial Kemasyarakatan LPS Peduli – Bakti bagi Negeri, Program Pelatihan Batik Fractal untuk UMKM Batik Sukabumi dibuka.
Selain peserta, acara ini dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa; Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata dan Olah Raga (Disporapar) Kota, Hardi Kusuma, S.E, M.M beserta Kepala Seksi Pengembangan Ekonomi Kreatif, Risye Rahmawati, S. Kom; Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Peindustrian dan Perdagangan, Agus Wawan Gunawan, S.IP, M.AP; juga Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Cianjur, Komarudin, S.Sos, M.Si.
Pelatihan Jangka Panjang menuju Transformasi Digital
Sebelum dibuka dengan doa oleh Ustaz Ridwan Zul, pemandu acara mengundang seluruh peserta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta menyaksikan tarian pembuka. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Laporan Kegiatan CSR Pelatihan UMKM Batik Fractal—LPS oleh Hermawan Setyo Wibowo, Plt. Kepala Kantor Persiapan Program Resktrukturisasi Perbankan dan Hubungan Lembaga LPS. Dalam pemaparannya, Hermawan menjelaskan bahwa pelatihan ini akan berlangsung jangka panjang, meliputi pelatihan penggunaan aplikasi jBatik, pengembangan bisnis, pembuatan produk turunan, perencanaan media sosial dan branding, serta pelatihan foto produk.
Rangkaian acara kemudian berlanjut dengan Laporan Persiapan dan Rencana Program Pendampingan Pengembangan UMKM Batik Fractal – LPS melalui Transformasi Digital yang dibawakan oleh Nancy Margried, Chief of Executive Officer; Yun Hariadi, Chief of Research; serta Muhamad Lukman, Chief of Design Batik Fractal.
Dalam paparannya, Nancy menjelaskan linimasa program pendampingan jangka panjang ini dalam waktu tiga tahun ke depan, hingga 2025. Jika pada akhir 2023 ini hasil pelatihan ini akan dipamerkan dalam peragaan busana di tingkat lokal, pelatihan pada 2024 akan dipamerkan di tingkat ASEAN, kemudian pelatihan 2025 ditargetkan akan membawa produk para peserta ke pagelaran busana internasional.
Selanjutnya, Yun Hariadi menjelaskan tentang Batik Fractal yang ia gagas 2007 silam bersama Muhamad Lukman dan Nancy Margried. Fractal adalah konsep dalam matematika yang berkaitan dengan pengulangan. Pengulangan inilah yang ternyata juga muncul dalam motif batik. Ada persamaan dan rumus matematika yang menjadi prinsip kerja piranti lunak jBatik yang mereka ciptakan. Piranti ini telah banyak mendapatkan penghargaan, seperti Google Cultural Hero, 2014 dan Information Society Innovation Award, Brasil 2014. Agar mudah dipahami, Muhamad Lukman kemudian mendemonstrasikan penciptaan motif dengan jBatik.
Canting sebagai Penanda Dibukanya Pelatihan
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung sikap sebagian orang Indonesia terhadap batik. Menurutnya, batik disebut sebagai kekayaan budaya tapi sering tidak didukung dan dikenakan. Warga Indonesia baru marah ketika produk budaya ini diklaim bangsa lain.
Purbaya menyebut bahwa ia memang sedang mencari daerah yang berprospek menjadi pusat batik masa depan. Dari sekian banyak opsi, dipilihlah Sukabumi untuk menjadi tempat pelatihan dengan visi ini. Namun, Sukabumi bukan sekadar akan menjadi sentra batik biasa, melainkan diproyeksikan menjadi sentra batik digital. Lebih jauh, Purbaya mengundang sebanyak mungkin UMKM Sukabumi dan Cianjur untuk mengajukan proposal kepada LPS jika membutuhkan bantuan untuk pengembangan usaha.
Penorehan canting batik pada motif leuit dan maung pada kain serta penyerahan maket secara simbolis menandai dibukanya sentra pelatihan dan program jangka panjang ini.
