Tingginya antusiasme peserta tampak saat technical meeting dan Pelatihan Batik Fractal – LPS hari perdana digelar, pada 20 dan 21 September 2023. Sebagian peserta pelatihan dari Sukabumi dan Cianjur sudah datang lebih awal sebelum tim Batik Fractal tiba di lokasi.

Dua Sesi Rapat Teknis

Technical meeting atau rapat teknis yang digelar di lokasi pelatihan, Sukabumi Creative Hub (SHC), Cikole, Sukabumi dibuka oleh Ketua SCH, Rendy Irlian Kamase, atau yang akrab disapa Rio. Ia berharap, pelatihan ini menjadi kesempatan bagi para pembatik Sukabumi dan Cianjur untuk dapat saling berjejaring dan berkarya bersama. 

Agar peserta mendapat gambaran kegiatan ke depan, pemaparan kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video kegiatan pendampingan Batik Fractal pada 2022 untuk pembatik Karanganyar, Solo. Selanjutnya, tim Batik Fractal kemudian menjelaskan pelaksanaan pelatihan dan pembagian kelompok.

LPS Batik Fractal

Peserta akan menjalani lima sesi pelatihan, yaitu pelatihan jBatik pada 21—23 September 2023; Bisnis Pemasaran pada 6 dan 13 Oktober 2023; Produk Fashion, Souvenir, dan Home Decor pada 7—12 Oktover 2023, Sosial Media dan Branding pada 22—25 Oktober 2023, serta Foto Produk pada 6 dan 8 November 2023. Kelima pelatihan ini akan diikuti masing-masing anggota kelompok secara bergantian, sesuai peran mereka dalam usaha.

Rapat teknis dibagi ke dalam dua sesi: sesi pertama untuk peserta Sukabumi, dan sesi kedua untuk peserta Cianjur. Saat pelatihan, tim Batik Fractal membantu peserta untuk menginstal piranti lunak jBatik yang akan digunakan dalam pelatihan pada laptop masing-masing.

Pada sesi pertama, penginstalan sempat terkendala padamnya listrik dan terbatasnya jaringan internet untuk mengunduh berkas installer yang berukuran 1G. Kendala ini kemudian diatasi dengan menyimpan file installer dalam flashdisk.

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Kelas Perdana Pelatihan Motif

Kelas perdana Pelatihan Motif, yaitu Desain Dasar, dibuka dengan perkenalan perkenalan tim ahli yang memfasilitasi pelatihan, disusul perkenalan dari beberapa peserta. Perkenalan singkat ini ternyata mengungkap beberapa hal menarik. Boby Yskandar dari kelompok Batik Karamat, misalnya, mengaku sedang melakukan riset untuk menulis artikel tentang wastra nusantara dan teknologi. Sementara itu, Cley dari Batik Lokatmala yang biasanya menggunakan Photoshop untuk membuat desain motif, terkesan dengan adanya jBatik sebagai piranti lunak khusus untuk batik.

Dalam pelatihan hari pertama ini, peserta diajak untuk mempelajari pengenalan bentuk dan motif, serta pengenalan warna dan palet warna. Pada setiap ujung pemaparan materi, peserta diajak untuk berlatih menggambar bentuk sederhana dan latihan kombinasi warna, untuk kemudian dipresentasikan.

Fasilitator Batik Fractal, Benny Agung Prayudha, mengajak peserta untuk menggambar beberapa bentuk sederhana, mulai dari persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, daun menjadi sebuah gambar yang bercerita. Beberapa peserta kemudian mempresentasikan hasil gambarnya.

Ucu Sebastian dari Fordan menceritakan makna motifnya, bunga srangenge atau bunga matahari. Menurut Ucu, motif ini bermakna bahwa sekecil apapun sinar kita, pasti akan tetap bermanfaat untuk orang lain. Sementara itu, Dwi, dari Razita Nu Geulis menggambar motif ikan di Pelabuhan Ratu yang didesain menyerupai tangkai bunga. Selanjutnya, perajin dari Angglang Daun Eco-print, membuat motif perpaduan daun pala dan penyu.

Pada sesi kedua, Irving Gustav, fasilitator Batik Fractal, mengajak peserta untuk mengenal warna. Antara lain, palet warna untuk memudahkan perancangan motif dan desain, sesuai tema yang diusung. Perajin bisa menggunakan palet warna sebagai inspirasi dalam memilih warna dan mempercepat proses perancangan desain dan motif.

Setelah pemaparan materi, peserta kembali berlatih menciptakan dan mempresentasikan gambarnya, lengkap dengan warnanya. Dalam presentasi, Effendi dari Batik Sukuraga memaparkan gambarnya yang diberi judul Raga Suci, singkatan dari “rasa dan gaya Sukabumi Cianjur”. Selanjutnya, Ucu Sebastian dari Fordan, mempresentasikan motifnya, Gentra Parahyangan, yang berarti “suara Parahyangan atau tembang Cianjur.”

Sementara itu, perajin dari Batik Lokatmala menceritakan motifnya, Iqro, yang dapat dibaca dari kiri ke kanan atau kanan ke kiri. Motif ini menggambarkan dinamika perjuangan dari masa kemerdekaan hingga kini, juga bentuknya yang persegi empat menggambarkan masagi, yaitu keselamatan dunia akhirat.

Secara umum, para peserta ini sudah menunjukkan keterampilan luar biasa dalam membuat dan memaparkan filosofi motif, tanda telah terjadi perenungan dan penggalian budaya dalam penciptaan karya.

LPS Batik Fractal