Padi, hasil bumi yang menyemai kehidupan. Dalam naungan Dewi Sri yang melindungi tiap bulirnya, sumber kehidupan tetap terjaga. Mapag dalam bahasa Sunda dan Jawa berarti ‘menjemput’, dan Sri, sebutan untuk tanaman padi, sehingga Mapag Sri bermakna menyongsong datangnya panen raya. 

Seperti Mapag Sri yang menjadi tradisi ungkapan syukur menyambut masa panen, pameran dan pagelaran busana ini menjadi undangan perayaan atas kekayaan alam yang terbentang dari Sukabumi hingga ke pelosok Cianjur. Eloknya bentang alam, flora, dan fauna ini tertuang dalam keberagaman motif batik kreasi para pembatik Sukabumi dan Cianjur. 

Bukit leuit, penyu, julang emas, bintang runtuh, pakis, pohon kepuh, hingga maung diabadikan dalam corak dan ragam kreasi batik kebanggaan Sukabumi Cianjur. Tiga puluh karya motif batik ini juga menjadi penanda terbitnya asa baru tradisi batik di tanah Pasundan. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Gerak lincah para penari menggambarkan kemeriahan para petani menyambut masa panen membuka peragaan busana yang digelar Batik Fractal dan LPS. Latar padi di sawah yang ditampilkan selaras dengan makna tajuk ‘mapag sri’ yang berarti menyambut datangnya masa panen. Dalam peragaan busana yang digelar 23 Februari 2024 lalu di Gedung Juang 45, Sukabumi ini, ditampilkan 19 set busana batik hasil kreasi para peserta UMKM Sukabumi dan Cianjur peserta pelatihan Batik Fractal-LPS. Peragaan busana yang dilanjutkan pameran pada 24 Februari 2024 ini menandai berakhirnya Program Pelatihan Batik Fractal-LPS tahap satu yang telah diadakan selama tiga bulan. 

Peragaan busana ini dihadiri sekitar 250 tamu undangan, yang terdiri dari Direksi LPS, perwakilan pemerintahan provinsi dan daerah Sukabumi dan Cianjur, pembeli potensial, pelaku industri pariwisata, komunitas dan asosiasi fesyen, perwakilan sivitas akademika, serta rekan media. Bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC), peragaan busana ini sukses membawakan karya para peserta dengan tatanan dan aksi panggung yang apik. 

Mencapai Hasil yang Ditargetkan 

Acara dibuka dengan laporan dari Direksi Batik Fractal tentang jalannya program pendampingan. Dalam laporannya, Direktur Batik Fractal, Nancy Margried menyampaikan capaian program ini, yaitu: 

  • 36 motif batik terpilih yang didesain menggunakan piranti lunak jBatik 
  • 36 lembar kain batik tulis dan cap
  • 19 set busana batik
  • 12 set produk batik, berupa suvenir, cenderamata perusahaan, dan dekorasi rumah 

Pendampingan yang diikuti 30 UMKM yang terdiri dari 90 orang peserta ini telah terlaksana dalam 12 kelas pendampingan selama 3 bulan. Selain karya capaian yang dihasilkan adalah peningkatan keterampilan pembatik di bidang digital dan kreatif; pengembangan jaringan kerjasama dengan Dekranasda dan Pemerintah Daerah Sukabumi serta Cianjur; pemberdayaan perajin disabilitas; serta publikasi hasil karya pelatihan, berupa kain batik dan motif digital melalui peragaan busana, pameran, serta publikasi di media massa.

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Apresiasi LPS, Anggota DPR, dan Masyarakat Umum

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisaris LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan harapannya, “Produk batik yang dihasilkan dari pelatihan ini harus berkualitas, sehingga tak hanya layak dipasarkan di pasar nasional, tapi juga internasional.” Ke depannya, pelatihan ini memang menargetkan untuk membawa produk-produk hasil pelatihan selanjutnya ke pasar yang lebih luas. Purbaya berharap Sukabumi bisa menjadi sentra batik baru sehingga batik menjadi cendera mata wisatawan yang berkunjung. 

Senada, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal Sukabumi, Desy Ratnasari, juga mengingatkan bahwa dibukanya tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) membuka akses lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Sukabumi. “Apakah kita siap? Wisatawan ini harus kita sambut dengan perbaikan kualitas produk yang kita tawarkan,” ujarnya. Desy mengucapkan terima kasih kepada LPS yang telah memberikan akses pelatihan gratis kepada para perajin batik Sukabumi dan Cianjur dalam jangka panjang.

Kebanggaan yang sama juga diungkapkan oleh para peserta pelatihan. Shafanissa, pemilik UMKM Sanaya by Shafa, mengekspresikan rasa gembiranya menyaksikan pagelaran busana ini. “Bangga acara seperti ini digelar di Sukabumi. Terlihat sangat dipersiapkan dengan matang,” ia berkata. Meskipun busananya sudah sering diperagakan, tapi menurut Shafa baru kali ini karyanya dibawakan oleh model profesional dalam peragaan busana lengkap dengan aksi teatrikal. 

Sementara itu, Vira Safitri, pemilik UMKM Helianthus Project juga merasakan kegembiraan serupa. “Bersyukur akhirnya karyaku bisa ikut fashion show,” ujar Vira yang sedang menempuh kuliah semester 7. Keluarganya pun mengaku bangga pada pencapaiannya. Unjuk karya ini membuatnya semakin yakin untuk menekuni usaha selepas studi. 

Selanjutnya, pada hari kedua, di lokasi yang sama, digelar Pameran Produk Hasil Pelatihan LPS-Batik Fractal. Dalam pameran yang terbuka untuk masyarakat umum ini ditampilkan 36 motif batik kreasi piranti lunak jBatik yang diaplikasikan ke dalam 36 kain batik tulis dan batik cap, serta 12 set produk yang terdiri dari produk dekorasi rumah, bingkisan perusahaan, bingkisan suvenir, serta set suvenir piknik. 

“Keren banget. Jarang ada fashion show dan pameran seperti ini di Sukabumi,” ujar Feliza dan Nurlaisa, dua anak muda anggota organisasi State of Youth yang mengunjungi pameran. Selama ini keduanya hanya mengenakan batik dalam acara formal. Setelah menyaksikan pameran, Feliza dan Nurlaisa terinspirasi untuk mengenakan padu padan batik dalam aktivitas sehari-hari. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Pendampingan Menyeluruh dan Berkelanjutan 

Program Pelatihan Batik Fractal-LPS ini diproyeksikan akan berlanjut pada 2024 yang direncanakan akan terbagi ke dalam tiga kuartal, yaitu kuartal dua hingga empat. Pada kuartal dua, akan dipersiapkan tempat pelatihan dan peluncuran galeri Batik Fractal – LPS. Pelatihan akan dibuka dengan pelatihan jBatik tingkat mahir; pelatihan produksi batik alusan; serta pelatihan pewarnaan. 

Selanjutnya, pada kuartal tiga, pelatihan akan dilanjutkan dengan produksi batik dan produk turunan; kerja sama pemasaran dengan hotel dan galeri; pemasaran produk di Jakarta melalui pop-up market, serta memulai kerjasama dengan desainer nasional. Setelah itu, pada kuartal akhir 2024, akan dipersiapkan peragaan busana di tingkat nasional, berkolaborasi dengan desainer nasional. 

Ketuk tautan ini untuk membaca selengkapnya tentang kegiatan Program Pelatihan Batik Fractal-LPS.

 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal