Program Pendampingan dan Pengembangan Ekosistem Batik Tradisi Sukabumi-Cianjur melalui Transformasi Digital tahap kedua akan segera dimulai. Untuk mempersiapkannya, seluruh anggota Tim Ahli Pelatihan Batik Fractal-LPS bertemu untuk melaksanakan rapat koordinasi pada Sabtu, 11 Mei 2024 lalu. Bertempat di Hotel Mercure Nexa Supratman, Bandung, 22 anggota tim kembali saling memperkenalkan diri dan peran masing-masing. Beberapa di antara mereka merupakan anggota baru. 

LPS-Batik Fractal

Tim yang Lebih Besar 

Acara dibuka dengan sambutan dari Direksi Batik Fractal: Nancy Margried, Yun Hariadi, dan Muhamad Lukman. Dalam sambutannya, Nancy kembali mengingatkan bahwa kedatangan tim ahli ke Sukabumi nanti bukan untuk mengajar, melainkan untuk belajar bersama rekan-rekan UMKM. Sementara itu, Yun Hariadi juga mengingatkan tugas besar untuk membawa UMKM batik Sukabumi-Cianjur ini ke tingkat internasional. 

Jika pada tahun sebelumnya tim ahli beranggotakan 17 orang, kini bertambah menjadi 23 orang; dengan tambahan anggota desainer fesyen, fotografer dan videografer, staf admin, serta tim lapangan. Tim yang lebih besar ini diharapkan lebih mampu mengakomodir berbagai kebutuhan di lapangan dengan lebih efektif. 

Rencana Kerja Tiap Tim

Agar setiap tim dapat memahami peran tim lainnya, tiap tim memaparkan presentasi tentang rencana kerja mereka masing-masing. Rais Meiyana, Manajer Lapangan dan Keuangan, menjelaskan tentang mekanisme penggantian dana dalam kerja harian. Tiap anggota tim perlu melampirkan setiap bukti pengeluaran sehingga seluruh penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini penting karena seluruh dana Program Pendampingan Batik Fractal-LPS ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Selanjutnya, Benny Agung Prayudha, mewakili Tim Desainer Motif, memaparkan rencana kelas pelatihan yang terbagi ke dalam beberapa tahap. Setelah penyegaran untuk mengingat kembali materi yang telah diajarkan pada periode sebelumnya, peserta akan diajak untuk melakukan visual exercise, hingga realisasi desain motif. Namun, perencanaan motif perlu dikoordinasikan bersama Tim Business Development (Bisdev) karena berkaitan erat dengan perancangan produk, baik fesyen maupun merchandise

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS-Batik Fractal

Tren Fesyen dan Warna 2024

Perencanaan desain motif ini tentu juga perlu sejalan dengan rencana Tim Fesyen. Dalam presentasinya, Tim Fesyen memaparkan tren fesyen 2024/2025, yaitu Re si li ent. Secara umum, tren ini menggambarkan kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi yang cenderung berlebihan. Respons terhadap situasi ini kemudian diimplementasikan ke dalam produk fesyen. Dari tema besar ini, terkandung empat kategori tren besar, yaitu heritage, fusion, new spirit, dan cyber chic

Sementara itu, future dusk atau warna biru keunguan yang menjadi tren warna 2024-2025 juga akan menjadi warna tema dalam pelatihan yang akan datang. Semua tren ini akan diterjemahkan dalam kerangka berpikir yang disesuaikan dengan target pasar, kemampuan peserta, kata kunci desain, palet warna,  serta referensi produk. Kelas kolektif  (tren dan moodboard), merancang busana, dan pembuatan purwarupa adalah kelas-kelas yang akan diampu oleh Tim Fesyen.  

Rumah Batik sebagai Etalase Produk 

Pada pelatihan tahap dua ini Batik Fractal dan LPS akan meresmikan Rumah Batik yang akan berperan sebagai galeri serta lokasi pelatihan yang baru.  Jika pada periode sebelumnya peserta pelatihan harus dibagi ke dalam dua gelombang karena keterbatasan tempat, pada periode ini pelatihan dapat digelar sekaligus di Rumah Batik. 

Hal yang tak kalah menggembirakan, di Rumah Batik ini nantinya semua UMKM batik peserta pelatihan dapat memasarkan produk hasil pelatihan mereka. Selain di Rumah Batik, Tim Pengembangan Bisnis Batik Fractal juga akan membantu pemasaran produk UMKM melalui berbagai skema kerja sama di gerai lain serta platform daring. 

Pertemuan koordinasi Tim Ahli Batik Fractal-LPS ditutup dengan perancangan silabus atau materi ajar yang akan dibawakan dalam pelatihan yang akan datang. Dalam perancangan ini, Nancy mengingatkan kembali akan tujuan program, serta jenis keterampilan yang ingin ditingkatkan dalam pelatihan, sehingga materi dapat menjadi lebih terarah dan terukur. Dengan demikian, tujuan akhir pelatihan tahap dua ini, yaitu membawa batik Sukabumi-Cianjur ke pasar nasional, akan lebih mudah tercapai. 

LPS-Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal