Dalam piranti lunak jBatik, lib atau library merupakan suatu bagian pembentuk motif. Singkatnya, lib ibarat daun dalam setangkai bunga. Beberapa lib yang sudah disusun dan diatur sedemikian rupa akan membentuk sebuah motif.

Secara visual, motif yang dihasilkan dari jBatik cenderung memiliki kekhasan dan keunikan  tersendiri karena proses iterasi dalam menyusun libs ini menjadi sebuah motif.

Batik Fractal-LPS

Rangkaian kelas jBatik membuka Program Pendampingan dan Pengembangan Ekosistem Batik Tradisi Sukabumi-Cianjur melalui Transformasi Digital Tahap Dua. Jika tahun lalu UMKM peserta pelatihan baru mempelajari penggunaan jBatik tingkat dasar, tahun ini tim fasilitator mengajarkan jBatik tingkat lanjut/advanced

Hari Pertama: Refreshment jBatik 

Senin, 8 Juli 2024, pelatihan dibuka dengan sambutan dari Chief of Executive Officer Batik Fractal, Nancy Margried, dilanjutkan dengan pemaparan dari Muhamad Lukman, Chief of Design Batik Fractal, tentang agenda dan target kegiatan harian pembelajaran jBatik selama sepekan kemudian. 

Pada hari perdana ini, Tim Ahli mengajak peserta untuk mengingat kembali materi dan berbagai fitur jBatik yang telah dipelajari pada pelatihan tahun sebelumnya. Sebagian besar peserta sudah pernah menggunakan jBatik, sementara beberapa peserta baru pertama kali mengoperasikan piranti lunak ini. 

Dalam pelatihan hari perdana ini, Tim Desain Motif Batik Fractal-LPS menargetkan peserta untuk mampu memahami dan menghasilkan motif parang menggunakan aplikasi jBatik tanpa L-system. L-system adalah model matematika yang digunakan untuk membangun struktur kompleks dari simbol-simbol sederhana. 

Motif batik sebenarnya dapat dihasilkan dengan maupun tanpa L-system. Tujuan pelatihan tahap ini adalah agar peserta dapat mengenali saat yang tepat untuk menggunakan L-system dan saat yang tepat untuk tidak menggunakannya. Menurut fasilitator jBatik, Ben Prayudha, motif yang bersifat pengulangan dapat dibuat menggunakan L-system, sementara penciptaan motif dapat diproses tanpa L-System. 

Siangnya, pada sesi kedua, fasilitator jBatik, Irving Gustav mengajak peserta untuk membuat motif ceplokan sederhana menggunakan command “F” dan “+”. Fungsi F merupakan fitur untuk menggambar lib. Setiap 1F berarti langkah untuk menggambar satu buah lib. Oleh karenanya, setiap tambahan F akan menambah lib. Selanjutnya, pada materi berikutnya, Irving memperkenalkan cara menggambar cepat dengan sistem iterasi, yaitu menuliskan kembali abjad terdepan pada urutan terbelakang.

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS

Hari Kedua: Membuat Motif Ceplokan dengan Rumus

Pada hari kedua pelatihan jBatik, pada sesi pertama Tim Ahli masih mengajak peserta membuat motif parang menggunakan fitur L system. Menurut fasilitator jBatik, Yuramia Oksilasari, L-System cukup menantang untuk diajarkan karena kemampuan literasi digital peserta yang berbeda-beda. Menurut pengamatan Yura, peserta dari UMKM Fordan dan Sukuraga adalah peserta yang paling dapat menguasai materi. 

Selanjutnya, peserta mempelajari rumus dua dimensi, yaitu mengenal F, +, dan prinsip iterasi (perulangan), hingga membuat pola. Pembelajaran dilakukan dengan membuat motif batik ceplokan sederhana. Ceplokan biasanya tersusun dari sekumpulan bentuk yang disusun melingkar. Peserta dapat menyusun bentukan ini menggunakan command “F” dan “+”. Selanjutnya, peserta belajar membuat motif berulang dengan cara cabang, yang merupakan gabungan antara cara libs dengan cara clone

Pada hari kedua ini, kelas baru dimulai secara efektif pada pk. 09.45. Seperti hari sebelumnya, masih ada peserta yang baru pertama kali hadir, ada yang mengganti laptop, dan ada yang perlu melakukan install ulang. Tantangan lain adalah internet yang masih belum mampu mengakomodasi kebutuhan semua peserta. Akses internet dan listrik juga sempat terputus sebelum jeda makan siang. 

Dalam kelas jBatik, Tim Ahli sebenarnya sudah menggunakan mikrotik untuk akses internet peserta. Mikrotik merupakan sebuah sistem operasi untuk mengelola jaringan komputer dengan mengubah komputer menjadi router. Untuk mengaksesnya, peserta dapat login ke mikrotik. Namun, mekanisme ini tidak selalu berjalan lancar, sehingga sebagian peserta memilih menggunakan akses internet ponsel masing-masing. 

Batik Fractal-LPS

Hari Ketiga: Literasi Batik Nusantara, Free Hand Tools, Batik Cap

Hari ketiga kelas jBatik Pelatihan Batik Fractal-LPS, Rabu, 10 Juli 2024 diisi oleh tiga materi utama, yaitu: literasi batik nusantara; fitur update free hand tools jBatik; serta membuat batik cap dari nol. 

Literasi Batik Nusantara 

Kelas dibuka oleh fasilitator Irving Gustav dengan pemaparan tentang literasi batik nusantara. Dalam materi ini, Irving  mengajak peserta untuk mengenal struktur dalam motif batik.  

Berdasarkan gaya adaptasi visualnya, batik dapat dikenali menjadi tiga, yaitu formal, stilasi, dan abstraksi. Pada gaya adaptasi formal, motif batik diciptakan apa adanya, sesuai dengan bentuk asli objek. Gaya batik ini ditemukan di beberapa tempat seperti batik durian Bengkulu. 

Sementara itu, pada gaya adaptasi stilasi, motif batik yang dihasilkan berupa gambar objek yang dipercantik. Gaya batik stilasi biasanya terdapat di daerah pesisiran, seperti Cirebon, Lasem, Madura. Selanjutnya, pada gaya abstraksi, objek yang menjadi motif batik dibuat dengan disederhanakan. Pembatik di daerah keraton, seperti Jogjakarta dan Solo, umumnya mengadopsi gaya abstraksi. 

Setelah pemaparan, Tim Ahli mengajak peserta untuk berlatih menggambar motif batik dengan gaya adaptasi stilasi dan abstraksi. Pada akhir sesi, beberapa peserta dipersilakan untuk mempresentasikan gambar mereka. Sebagian gambar yang dihasilkan ternyata sangat menarik dan sudah menunjukkan pemahaman peserta akan materi yang diberikan. Meski demikian, tetap ada beberapa peserta yang masih kesulitan dan perlu pendampingan. 

Free Hand Tools dan Layout Scarf

Selepas sesi literasi batik nusantara ini, fasilitator jBatik, Ben Prayudha kemudian memaparkan materi selanjutnya, yaitu fitur update freehand tool jBatik. Dalam sesi ini, peserta didampingi untuk mampu memahami konsep free hand tools dan update fitur jBatik lainya. Mereka diharapkan mampu mendesain motif menggunakan aplikasi jBatik, serta mampu menghasilkan draft desain digital jBatik berupa libs dan desain kain batik. 

Peserta juga diperkenalkan cara untuk mengganti ukuran kain atau ukuran kanvas pada jBatik, sehingga motif yang dibuat dapat digunakan sesuai peruntukan. Jika ukuran untuk layout batik tulis adalah 250×115 cm, ukuran batik cap maksimal adalah 15x15cm, atau disesuaikan dengan kebutuhan produk. Sebagai latihan dan output untuk pelatihan selanjutnya, Tim Ahli menugaskan peserta untuk membuat dua layout scarf batik, masing-masing dengan ukuran 100x100cm dan 150x50cm. Layout scarf ini ke depannya akan digunakan dalam pelatihan membatik. 

Sebagai catatan, kelas pada hari ketiga ini dimulai secara efektif pk. 09.30. Masih ada peserta yang datang dengan laptop baru, sehingga harus dilakukan install ulang. Ada juga peserta yang baru datang pada hari ini juga sehingga perlu pendampingan khusus. 

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS

Hari Keempat: Membuat Draft Desain Batik Cap atau Tulis

Pada awal kelas, rekan-rekan peserta antusias mendiskusikan proses penciptaan motif batik cap dan tulis. Hari ini, dengan pendampingan fasilitator, peserta belajar menghasilkan draft desain digital jBatik berupa libs dan desain kain batik. Adapun materi pelatihan hari ini adalah membuat libs jBatik untuk merangkai motif, juga memasukkan lib dari luar ke dalam layout aplikasi jBatik. 

Pada hari ini, peserta ditargetkan untuk menghasilkan dua draft desain, yaitu satu desain motif batik cap dan satu motif batik tulis; atau dua motif batik cap untuk diproduksi sebagai batik koleksi tiap UMKM. 

Pendampingan UMKM Ecoprint 

Selain itu, pada ruangan yang terpisah, empat UMKM ecoprint mendapatkan asistensi khusus dalam proses penciptaan motif. Keempat UMKM ini adalah Angglang Daun, Masagi Ecoprint, Razita Nu Geulis, dan Helianthus Project, dengan pendampingan dari fasilitator Irving Gustav. 

Menurut Ben Prayudha, UMKM ecoprint memerlukan pendampingan tersendiri karena proses kerja ecoprint memang berbeda dari UMKM batik. Dengan demikian, pendampingan ini lebih disebut sebagai sharing session, yaitu berbagi pengetahuan tentang ecoprint antar-UMKM. Fasilitator berperan sebagai pemantik diskusi untuk mencari jalan yang tepat dalam proses membuat motif ecoprint ini. 

Tim Ahli telah memberikan panduan rancangan motif yang dapat menjadi referensi UMKM ecoprint. Untuk ukuran daun misalnya, maksimal ukuran daun yang bisa digunakan utuh adalah kisaran 7 cm untuk produk fashion dan home decor, serta 4 cm untuk suvenir. Untuk ukuran tanaman yang lebih besar sebaiknya dipotong sehingga menghasilkan bentuk geometris, kecuali akar/sulur yang panjang dan bunga. Selain itu, UMKM juga diminta untuk menyediakan masing-masing libs dengan 3 opsi, yaitu solid, transparan, serta outline agar karakter ecoprint lebih terlihat, meski masih dalam format digital. Pada piranti jBatik sendiri sudah terdapat beberapa libs berbentuk daun dan bunga. 

Alurnya, peserta membuat rangkaian komposisi untuk menjadi 1 modul sesuai subtren yang dipilih. Setelah itu, mereka memilih layout, kemudian mengomposisikan modul pada layout, lalu menentukan warna. Dalam memilih warna bunga dan daun, peserta dapat memilih sesuai kapasitas produksi, atau bisa juga memilih sesuai subtren yang dipilih masing-masing. Namun, materi tentang subtren fashion ini memang baru akan diberikan dalam kelas selanjutnya, yaitu kelas fashion dan produk. 



Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS

Hari Kelima: Membuat Dua Draft Desain Batik dan Ecoprint 

Jumat, 12 Juli 2024, kelas jBatik Pelatihan Batik Fractal-LPS memasuki hari kelima. Hari ini para peserta UMKM batik Sukabumi-Cianjur melanjutkan proses pembuatan draft desain batik cap dan tulis. Sementara itu, empat UMKM ecoprint juga didampingi Ben Prayudha untuk memahami prinsip, bahan,dan warna dalam praktik ecoprinting. Secara tersendiri, Tim Ahli juga memandu mereka untuk memanfaatkan fitur lib dalam aplikasi jbatik untuk menghasilkan draft desain

Keberagaman literasi digital membuat Tim Ahli  perlu melakukan berbagai cara berbeda untuk mendampingi peserta. Ada peserta yang memiliki banyak ide di kepala dan banyak bercerita, tetapi belum dapat menuangkannya ke dalam motif dalam jBatik. Dengan demikian, fasilitator perlu membantu proses eksekusi tersebut agar ide ini dapat menjadi bentuk nyata. Ada juga yang baru dapat menggambar desain motifnya di kertas, atau justru langsung menggambarnya pada layar touchscreen

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS

Hari Keenam: Finalisasi Draft Desain Batik Cap dan Tulis

Sabtu, 13 Juli 2024, rangkaian kelas jBatik Pelatihan Batik Fractal-LPS periode satu telah tiba pada hari akhir. Fasilitator mendampingi peserta untuk menyelesaikan draft desain batik cap dan tulis. UMKM ecoprint juga didampingi untuk membuat dua layout komposisi. Motif-motif ini nantinya akan diproses untuk menjadi kain batik dan rancangan fashion serta produk dalam kelas fashion dan produk. 

Menurut fasilitator jBatik, Yuramia, pada hari terakhir ini suasana kelas cukup kondusif dari awal sampai akhir karena peserta mulai fasih menggunakan jBatik. Meski demikian, tetap ada beberapa peserta yang perlu pendampingan khusus.

Pada akhir kelas, Tim Ahli membagikan kuesioner cetak untuk diisi peserta. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui bagian dan fitur jBatik yang paling mudah dan paling sulit dipelajari peserta. Umumnya, peserta mengaku bahwa penggunaan rumus L-System adalah bagian yang paling sulit dipelajari karena kerap lupa cara dan rumusnya. Sementara itu, membuat, mewarnai, dan mengimpor libs adalah bagian yang menurut mereka paling mudah diterapkan.

Dari sisi peserta, kuesioner ini memang lebih praktis diisi karena sebagian orang belum dapat mengakses formulir Google. Namun, penggunaan kuesioner cetak ini kurang efektif  dari segi rekapitulasi dan pemanfaatan fitur digital. 

Di akhir rangkaian pelatihan ini, masing-masing peserta berhasil menghasilkan dua motif, sehingga total terkumpul 60 motif. Motif-motif ini nantinya akan diproses untuk menjadi kain batik dan rancangan fashion serta produk dalam kelas-kelas selanjutnya.



Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS