Pemahaman akan tren fashion diperlukan agar UMKM dapat merancang koleksi mereka sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen. Oleh karenanya, setelah merampungkan kelas jBatik pekan sebelumnya, Selasa, 16 Juli 2024 Pelatihan Batik Fractal-LPS berlanjut ke kelas fashion dan produk serta pengembangan bisnis. Seperti tahun lalu, kini Tim Ahli Batik Fractal memfasilitasi peserta UMKM Sukabumi-Cianjur untuk kembali mengenal teori dan peramalan tren fesyen dan produk. 

Jika pada 2023 pemahaman akan tren hanya digunakan sebagai referensi, pada 2024 tren menjadi tema besar yang menentukan karakter produk masing-masing UMKM. Pada tahun ini, skema warna, kategori produk, kata kunci, arahan pasar, serta bujet untuk produksi koleksi UMKM telah ditentukan di awal. Pada 2024 ini, tiap UMKM ditargetkan menghasilkan 1 koleksi fashion yang terdiri dari 5–10 produk atau 3 tampilan. Sementara itu, UMKM produk ditargetkan untuk memproduksi 2 koleksi suvenir dan home decor dengan 7–10 produk. 

Kelas Tren dan Image Board kali ini dibawakan oleh empat fasilitator sekaligus, yaitu fasilitator desain produk, Nurul Lathifah dan Annisa Fauziah, serta fasilitator desain fesyen, Bella Annesha dan Sabrina Raissa. Kelas dibuka dengan pemaparan tentang teori dan peramalan tren 2024/2025, dilanjutkan materi tentang teori image board dan koleksi, kemudian akan diakhiri dengan praktik membuat image board. 

Batik Fractal-LPS

Proyeksi Tren 

Dengan proyeksi tren, UMKM dapat terus berinovasi; memperluas daya saing; meningkatkan citra dan reputasi; serta mengambil keputusan lebih baik akan suatu produk. Trend forecasting atau proyeksi tren sendiri merupakan sebuah metode untuk memprediksi atau memproyeksikan tren untuk beberapa waktu ke depan. 

Riset ini berperan untuk membuat prediksi tentang kebiasaan dan preferensi pembelian pelanggan di masa depan. Tidak hanya dalam desain fashion, warna dan bahan yang sedang menjadi tren dalam fashion kemungkinan besar akan diterapkan juga dalam home decor. 

Hasil riset tren secara luas dirangkum dalam sebuah tema besar dengan narasi khusus. Tren besar ini merupakan pengelompokan tren dengan satu  gaya sebagai acuan. Sementara itu, subtren adalah turunan tren yang berkaitan dengan preferensi individu ataupun kelompok. 

Tema Besar dan Subtren 24/25

“Resilient” adalah tema besar tren fashion tahun 2024-2025 atau tren 24/25 yang bermakna kemampuan untuk bangkit dan pulih ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Tema besar ini terbagi ke dalam empat tren besar. Tren besar ini merupakan pengelompokan tren yang memiliki satu gaya sebagai acuan. Sementara itu, subtren adalah turunan tren yang sudah berkaitan dengan preferensi individu ataupun kelompok.

Tema besar “resilient” ini mengandung makna bahwa kemudahan akses informasi dan perkembangan teknologi di masa kini kadang terasa cenderung berlebihan. Kondisi ini direspons dan diimplementasikan dalam fashion menjadi 4 konsep tren, yaitu: heritage, fushion, new spirit, dan cyber chic. Namun, untuk pelatihan ini Tim Ahli memutuskan untuk hanya fokus pada dua tren besar, yaitu heritage dan fusion. Tak hanya fesyen, nantinya produk suvenir dan home decor, serta ecoprint juga akan didesain berdasarkan salah satu dari empat pilihan subtren ini. 

Tren heritage (warisan/peninggalan) terinspirasi dari sekelompok masyarakat yang tidak terpengaruh oleh derasnya informasi dan teknologi yang berkembang di dunia. Mereka tetap mempertahankan tradisi dan nilai-nilai filosofis yang dipercayai secara turun-temurun. Heritage memiliki dua subtren, yaitu aristocracy dan reminiscence. Gaya tren aristocracy adalah gaya klasik dan elegan, seperti layaknya kaum aristokrat (kaum kelas atas). Sementara itu, gaya tren reminiscence tampil dengan lebih modern dan mewakili kaum urban. 

Tren besar kedua adalah fusion yang terinspirasi dari sikap menerima segala informasi, tapi tidak secara otomatis mengikutinya, melainkan mengolahnya untuk menjadi konsep hidup yang baru. Fusion memiliki dua subtren, yaitu symbiotic dan borderless. Subtren symbiotic direpresentasikan dengan gaya arty off beat (tidak biasa/unik), terlihat tegas dengan padu padan aneka gaya, warna, dan motif yang menjadi satu. Sementara itu, borderless didominasi dengan tampilan gaya smart dan kasual.

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS

Berkreasi dengan Image Board 

Membuat image board merupakan langkah awal penting dalam merancang koleksi. Image board adalah suatu susunan dari banyak komponen inspiratif visual yang dijadikan sebuah panduan dalam pengembangan desain suatu koleksi. Image board ini kemudian menjadi panduan dalam membuat daftar dan referensi produk, serta panduan untuk membuat sketsa. 

Tak hanya menyimak teori, pada sesi kedua, peserta langsung diajak untuk praktik membuat image board koleksi berdasarkan subtren yang dipilih masing-masing UMKM. Pemilihan ini umumnya didasarkan teknik dan material yang mereka gunakan. Tim Ahli membagikan lima lembar gambar referensi ke tiap meja peserta. 

Dari lembar tersebut, peserta kemudian mengumpulkan dan menggunting gambar-gambar yang sekiranya cocok dengan kata kunci pilihannya.  Selain itu, peserta juga menentukan palet warna dan juga kata kunci yang menjadi panduan dalam merancang koleksi mereka. Dari gambar-gambar yang dipilih ini, peserta kemudian mendiskusikan pilihan subtrennya dengan Tim Ahli, kemudian menyusun gambar berdasarkan subtren yang mereka pilih pada lembar kerja. 

Setelah semua peserta menyelesaikan image board masing-masing, Tim Ahli mengundang beberapa peserta untuk mempresentasikan image board-nya. Julia, dari UMKM Digimom, misalnya, memilih subtren aristokrat karena sesuai dengan palet warna dan elang jawa yang menjadi motif koleksinya. Subtren aristokrat ini juga dipilih Ratna dari Angglang Daun dengan motif ecoprint yang cenderung kalem. Lain lagi dengan Julian, UMKM Rajafa, yang memilih subtren reminiscence karena sesuai dengan filosofi dan tema etnik koleksinya. 

Dalam evaluasi, fasilitator menemukan bahwa sebagian besar peserta sudah cukup memahami arahan membuat image board. Meski tetap ada beberapa UMKM yang masih kesulitan dalam memilih gambar yang sesuai. Selain itu, peserta masih perlu dibimbing dalam memilih kata kunci yang tepat. 

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS
Batik Fractal-LPS