Dalam konteks desain, purwarupa adalah versi awal atau prototipe dari suatu produk. Membuat prototipe memungkinkan UMKM untuk memvisualisasikan desain dalam bentuk tiga dimensi (bentuk asli) dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan estetika dan fungsionalitasnya. Dengan purwarupa, UMKM dapat mengidentifikasi kekurangan atau potensi perbaikan yang mungkin tidak terlihat pada tahap perencanaan atau desain. 

Meski serupa, tapi purwarupa berbeda dari sampel produk. Jika sampel dibuat untuk memastikan hasil produksi sesuai dengan rancangan awal dan umumnya untuk keperluan promosi, purwarupa berperan untuk melihat konstruksi desain dan dibuat sebelum membuat sampel. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Purwarupa Produk dan Fesyen

Setelah pernah dijalani dalam Pelatihan Batik Fractal-LPS tahap satu, pembuatan purwarupa ini dipelajari kembali dalam pelatihan tahap dua. Kelas khusus purwarupa jahit ini diawali dengan sesi pelatihan untuk UMKM produk/suvenir pada 26 September 2024. Kelas yang dipandu oleh fasilitator Batik Fractal, Nurul Lathifah dan Annisa Fauziah ini menargetkan peserta untuk menghasilkan 1–2 purwarupa produk, serta penyempurnaan gambar kerja. Selanjutnya, keesokan harinya, pelatihan dilanjutkan dengan kelas pembuatan purwarupa untuk UMKM fesyen, dipandu fasilitator Batik Fractal-LPS, Bella Annesha dan Sabrina Raissa. 

Kedua kelas ini dibuka dengan evaluasi hasil produk pada pelatihan 2023 lalu, seperti pemilihan aksesori jahit, kain kombinasi, serta kain pelapis. Evaluasi ini memberikan ruang pembenahan untuk hasil pelatihan 2024, serta mengingatkan peserta untuk membuat produk yang lebih berkualitas. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Tahap Pembuatan Purwarupa 

Persiapan produksi purwarupa dimulai dengan pemilihan kain furing dan kain kombinasi. Tim Ahli juga kembali memperkenalkan berbagai bahan kain, seperti jenis kain furing, serta berbagai jenis jahitan. Kain furing tebal biasa digunakan untuk produk yang lebih besar dan terlihat dari luar, seperti taplak meja dan sarung bantal kombinasi. Sementara itu, kain furing tipis biasa digunakan untuk bagian dalam produk, seperti pada pouch. 

Berbeda lagi dengan kain pelapis/interlining yang dibutuhkan untuk produk yang desainnya membutuhkan bentuk tegak/kaku. Selain itu, pemilihan aksesori dan penempatan label produk juga tidak kalah penting. Kualitas jahitan secara keseluruhan juga layak menjadi perhatian, seperti menghindari kerutan pada jahitan serta memotong sisa benang dengan rapi. Dalam ruang kelas juga disediakan setrika yang dapat digunakan untuk membantu membentuk lipatan kain supaya rapi dan presisi ketika dan setelah dijahit. 

Praktik Membuat Purwarupa

Sebagai persiapan pembuatan purwarupa, Tim Ahli membagikan kain belacu 1,5 x 2 meter, kertas samson, serta perlengkapan jahit. Dalam kelas ini, Tim Ahli menyediakan mesin jahit untuk tiap UMKM. Mesin-mesin jahit ini disewa dari UMKM peserta pelatihan sendiri, yaitu Razita Nugeulis dan Batik Sawargi, dengan biaya sewa Rp 120.000/hari. 

Pembuatan purwarupa dimulai dengan proses draping, yaitu membuat pola baju dengan menempelkan dan membentuk kain sesuai dengan badan manekin. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan membuat pola baju, yaitu membuat gambar potongan pola pada kertas dan kain.

Beberapa peserta mengajak serta penjahit mereka, sehingga memudahkan proses pembuatan purwarupa. Namun, peserta yang memproses sendiri purwarupa mereka dapat berkonsultasi dan mendapat pendampingan Tim Ahli. Pada akhir hari, semua peserta berhasil menghasilkan setidaknya satu purwarupa dari produk mereka. 

Menurut fasilitator desain fashion, Bella, beberapa UMKM yang terlambat menyelesaikan purwarupa umumnya kurang berkoordinasi dengan anggotanya. Anggota yang mendesain purwarupa di awal bukan orang yang sama dan tidak berkoordinasi dengan anggota yang mengeksekusi purwarupa.   

Sementara itu, menurut Sabrina, beberapa UMKM seperti Rajafa dan Mulya Batik telah membawa pola purwarupa dari rumah. Usu bahkan membuat empat pola dan membantu membuat pola UMKM Batik Dahlia. 

Secara umum, menurut fasilitator, para peserta sudah memahami pentingnya pembuatan purwarupa untuk mengomunikasikan detail pembuatan produk ke penjahit, untuk meningkatkan kualitas. 

 

 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal