Sebagai bagian dari unjuk karya hasil Pelatihan Batik Fractal-LPS, Batik Fractal dan LPS menampilkan produk-produk UMKM batik Sukabumi-Cianjur dalam Pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft), 2–6 Oktober 2024. Bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Hall B no. 30-33, untuk pertama kalinya, batik Sukabumi-Cianjur tampil dalam pameran kerajinan akbar ini. 

Koleksi Mapag Sri hasil pelatihan pada 2023, ditambah produk baru tambahan dari UMKM, serta produk Batik Fractal ditampilkan dalam sebagian gerai LPS yang terbentang. Sebagian lain menjadi area tempat LPS mempromosikan kegiatan mereka. Secara umum, angka penjualan tertinggi terjadi pada hari pertama dan terakhir pameran. 

Setelah membandingkan dan melakukan riset kecil ke gerai-gerai batik lain di Inacraft, Direktur Batik Fractal, Nancy Margried, mengakui bahwa kualitas batik Sukabumi-Cianjur belum begitu baik, tapi dijual dengan harga tinggi. Dengan demikian, daya saing batik Sukabumi-Cianjur masih tergolong rendah. 

Rendahnya kualitas produk ini diakui juga oleh Iis Nurhayati, UMKM Mewangii yang juga hadir pada hari ketiga Inacraft. “Sebagai pemula, kualitasnya masih jauh dari produk Batik Fractal dan UMKM lain,” ujarnya setelah mengunjungi gerai-gerai lain di Inacraft.  

Sementara itu, Ratna Aquariana, UMKM Angglang Daun yang memproduksi produk ecoprint, mengakui bahwa UMKM ecoprint peserta Inacraft pada bulan Oktober ini merupakan UMKM dengan produk yang berkualitas tinggi. Ia menyadari bahwa produknya juga harus berkualitas setara jika ingin dijual dengan harga setara. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Belum Terlihatnya Jenama Batik Sukabumi-Cianjur 

Persiapan dan hasil dari keikutsertaan batik Sukabumi-Cianjur dan LPS pertama kalinya dalam Inacraft 2024 ini sebenarnya memang masih jauh dari ideal. Retno Sukmawati, dari UMKM KreasiApik, mengeluhkan lokasi gerai LPS di Hall B yang dianggap kurang mudah dijangkau pengunjung Inacraft. Hal ini terjadi karena keterlambatan pendaftaran untuk Inacraft sehingga tidak mendapat lokasi di hall utama. 

Selain itu, keterangan tentang UMKM Batik Sukabumi–Cianjur dan informasi bahwa produk yang ditampilkan adalah produk binaan LPS tidak terlihat. Padahal gerai ini dapat disebut sebagai satu-satunya gerai yang menampilkan batik Sukabumi-Cianjur di Inacraft. 

Sebenarnya, tim Batik Fractal sudah mendesain gerai ini sedemikian rupa lengkap dengan informasi tersebut, berikut informasi tentang Rumah Batik dan digitalisasi motif batik. Namun keterangan ini ditiadakan. Hanya terdapat sedikit teks yang ditempatkan dalam ukuran kecil pada bagian belakang. 

Begitu juga dengan spot untuk jBatik experience yang semula dapat digunakan pengunjung untuk bereksperimen mendesain motif batik sendiri. Padahal informasi dan fasilitas ini sangat penting untuk menunjukkan bertemunya digitalisasi dan batik tradisi. Keunikan ini sebenarnya menjadi daya tarik tersendiri yang sekaligus meningkatkan nilai jual produk. 

Hal yang tak kalah penting, peserta pelatihan juga tidak jadi mendapat fasilitas untuk menghadiri Inacraft. Beberapa peserta yang sempat datang berangkat dini hari dengan biaya sendiri dengan kereta Sukabumi-Bogor. Padahal, kehadiran mereka penting untuk mendapatkan pengetahuan tentang produk-produk batik berkualitas yang dihasilkan UMKM-UMKM lain. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Potensi Peluang untuk Home Decor Batik

Tetap ada kabar baik yang menjadi oleh-oleh dari Inacraft. Secara khusus, gerai Batik Fractal mendapat kunjungan dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN) Kementerian Perdagangan RI. Dari kunjungan ini, Batik Fractal mendapat informasi tentang potensi ekspor produk home decor dan merchandise batik ke pasar Eropa dan Amerika. Jenis produk ini lebih berpeluang diekspor daripada fashion karena motif batik sebagai busana ternyata tidak begitu digemari di pasar Eropa. 

Inacraft diklaim sebagai pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara. Pameran yang diadakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI)  ini pertama kali diselenggarakan pada April 1999. ASEPHI merupakan wadah bagi produsen dan eksportir handicraft Indonesia. Inacraft ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pelaku di sektor kerajinan. 

Dalam sambutannya pada pembukaan Inacraft 2024, 2 Oktober 2024, Ketua Umum ASEPHI, Dr. H. Mucshin Ridjan, SE., MM berharap bahwa Inacraft bukan saja menjadi pertemuan antara penjual dan pembeli, melainkan juga menjadi komunitas yang meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Tahun 2024 ini merupakan tahun ketiga Inacraft diadakan dua kali dalam setahun selain Maret, yaitu menjadi Inacraft on October. 

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Teten Masduki, mengungkap bahwa Inacraft tidak hanya menjadi wadah kolaborasi, tapi UKM-UKM-nya juga memanfaatkan budaya Nusantara sebagai keunggulan kompetitif. Dengan 897 gerai, Inacraft Oktober 2024 ini mengincar target  transaksi retail sebesar Rp100 miliar dan 100.000 pengunjung. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal