Kelas Bisnis Pemasaran dalam rangkaian Pelatihan Batik Fractal-LPS tahap dua dibagi ke dalam dua topik utama, yaitu penentuan harga pokok produksi (HPP) dan manajemen produksi. Pada 19 Juli 2024, setelah belajar merancang sketsa produk dalam kelas sebelumnya, UMKM batik Sukabumi-Cianjur belajar untuk menghitung harga pokok produksi (HPP) dan harga jual produk. 

HPP sebagai Kunci Penetapan Harga 

Harga pokok produksi (HPP) merupakan keseluruhan biaya langsung yang dikeluarkan perusahaan untuk proses produksi hingga barang atau jasa tersebut bisa dijual. Sebagai contoh, dalam pembuatan kain batik, terdapat berbagai biaya yang dapat menjadi dasar penghitungan HPP, yaitu biaya bahan baku, biaya overhead, serta biaya produksi.  

Penentuan HPP sangat penting untuk menetapkan harga jual yang tepat, meningkatkan profitabilitas, serta mengendalikan biaya produksi. Dalam pemaparannya, fasilitator pelatihan bisnis dan pemasaran Batik Fractal, R. Desca Rizkiani Candra serta Nancy Margried menjelaskan kembali tentang konsep HPP, komponen biaya dalam pembuatan batik, serta rumus perhitungan harga. 

Selain itu, Desca juga menjelaskan skema penjualan dengan sistem konsinyasi, yaitu menitipkan produk untuk dijual di toko/pihak lain. Meski menguntungkan, UMKM perlu menyesuaikan harga jual awal dengan persentase konsinyasi atau margin diskon. 

Dalam menentukan HPP, peserta perlu menentukan target pasar terlebih dahulu dan memetakan kemampuan daya beli mereka. Selanjutnya, UMKM perlu melakukan survei pasar untuk kemudian menentukan produk serta menghitung HPP. Menanggapi pertanyaan peserta tentang biaya riset, menurut Rais Meiyana, Manajer Lapangan Batik Fractal, yang juga membantu proses pelatihan, biaya riset sendiri seharusnya memang terpisah dari biaya produksi. 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Manajemen Produksi untuk UMKM Batik 

Tiap UMKM selalu menemui berbagai tantangan dalam proses produksi batik tradisional. Salah satu faktor utama adalah lamanya waktu pengerjaan batik tradisional yang tidak bisa dipercepat. Tidak seperti pengerjaan produk dengan mesin. Proses produksi batik melibatkan banyak tahapan, mulai dari menggambar pola, mencanting, mewarnai, hingga mengeringkan kain. Tantangan ini membuat UMKM batik memerlukan penjadwalan proses produksi dan manajemen kapasitas produksi yang baik. Jika tidak, sulit untuk menjaga kualitas batik menjadi konsisten. 

Manajemen produksi untuk UMKM batik ini dibahas dalam Kelas Bisnis kedua pada Selasa, 8 Oktober 2024. Kelas ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen produksi yang efisien dan efektif untuk memastikan kualitas serta kuantitas produksi batik sesuai permintaan pasar. 

Manajemen produksi yang baik akan membantu merencanakan dan memperlancar proses produksi dari awal hingga akhir. Hal ini mencegah terjadinya kekurangan atau kelebihan sumber daya, yaitu bahan baku dan tenaga kerja. Setiap produk yang dihasilkan harus memenuhi standar tertentu sebelum berlanjut ke tahapan selanjutnya. Hal yang tidak kalah penting, tetap tambahkan waktu cadangan untuk mengantisipasi kendala yang tidak terduga.

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Berbagi Pengalaman dan Saran 

Dalam kelas ini, fasilitator Nancy Margried dan Rais Meiyana lebih banyak memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman. Dalam evaluasinya saat membahas kualitas batik, Nancy sempat membahas produksi warna batik UMKM yang hasilnya tidak konsisten. Padahal warna kain batik seharusnya sesuai dengan pesanan. Bahkan, UMKM bisa terkena penalti saat bekerja sama dengan perusahaan besar yang memiliki ketentuan ketat jika hasil produknya tidak konsisten. 

Sementara itu, Ratna Aquariana, UMKM Angglang Daun, menceritakan bahwa faktor cuaca sangat mempengaruhi proses produksi ecoprint. “Pengguna produk handmade yang paham biasanya maklum jika hasilnya tidak sama. Tetapi kualitas jangan jauh berbeda.” 

Masih perihal warna desain motif batik, Julian Faluzia, UMKM Rajafa, menanyakan tentang keharusan menciptakan kain batik yang sejalan dengan warna dan motif sesuai tren global. Padahal tiap UMKM punya warna khas tersendiri untuk produknya. Dalam hal ini, Nancy menjawab bahwa semua peserta membuat desain kolektif yang mengacu ke satu desain. 

Desain warna yang sudah dirancang dalam moodboard ini sudah dalam proses riset di lapangan sehingga memunculkan warna-warna khas Sukabumi, agar tercipta koleksi yang selaras. Sementara itu, untuk tahun ini, peserta memang diminta untuk membuat koleksi masing-masing. Tetapi antara satu koleksi UMKM dengan koleksi UMKM lain tetap harus selaras, bertumpu ke tren global. 

Meski demikian, Rais mengingatkan bahwa membuat koleksi berbeda dari membuat pesanan, “Bedakan koleksi dengan pesanan produk. Koleksi belum tentu jadi duit. Pesanan pasti jadi duit.” Lebih lanjut, Evo Ahmad Ganef, UMKM Sukabumi by Tenny, berpendapat bahwa pasar lokal punya seleranya sendiri, sehingga tidak perlu terlalu mengacu pada tren global.

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal

Praktik Membuat Rencana Produksi dan Konsultasi Produk Galeri

Setelah pemaparan materi dan diskusi, Tim Ahli mengajak peserta untuk praktik membuat rencana produksi dengan mengisi lembar kerja. Lembar kerja siswa (LKS) ini berisi 11 bagian yang menggambarkan tahapan produksi batik, yaitu:

    1. Perhitungan dan penyediaan modal kerja
    2. Perancangan garis besar desain koleksi dan rencana rilis
    3. Perhitungan harga pokok produksi
    4. Diskusi dan revisi motif, skema warna, serta model produk
    5. Pembuatan sampel batik dan sampel pakaian/produk
    6. Produksi kain batik (tahapan berulang)
    7. Produksi pakaian (proses jahit)
    8. Quality control (QC)
    9. Photoshoot dan editing
    10. Stock posting di e-commerce & packaging
    11. Launching dan campaign social media

Dalam setiap tahapan, peserta perlu mengisi perkiraan durasi waktu, kendala yang dihadapi, serta solusi yang diterapkan. Selanjutnya, seluruh tahapan ini ditutup evaluasi proses dan hasil akhir. 

Kelas Manajemen Produksi ini kemudian diakhiri dengan konsultasi peserta bersama Tim Administrasi Batik Fractal perihal penetapan harga produk UMKM di Galeri Batik Fractal-LPS. Strategi harga ini dirancang dengan menetapkan harga jual dari peserta ke galeri, harga jual galeri ke pembeli, serta harga jual pameran di luar galeri.

 

LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal
LPS Batik Fractal