Jelang Pelatihan Batik Fractal-LPS tahap tiga, Minggu, 13 April 2025, Tim Ahli Batik Fractal berkumpul untuk berkoordinasi di Hotel The 101 Dago, Bandung. Kegiatan dibuka oleh Direktur Batik Fractal Nancy Margried, yang memaparkan rencana program 2025 secara garis besar. Acara kemudian dilanjutkan oleh perwakilan Tim Desainer Fesyen dan Produk, Tim Admin, Tim Motif, dan Tim Media, yang bergantian memaparkan rencana kerja untuk tahun ini. 

Tahap Terakhir: Keberlanjutan 

Tahun 2025 ini merupakan tahap akhir dari rangkaian tiga tahun pelatihan Program Pendampingan dan Pengembangan Ekosistem Batik Tradisi Sukabumi-Cianjur melalui Transformasi Digital. Pada tahun 2025 ini, peserta ditargetkan memproduksi 60 batik, dengan detail 30 batik cap dan 30 batik tulis. Artinya, masing-masing UMKM akan memproduksi satu kain batik cap dan satu kain batik tulis. Kain akan diproses menjadi produk dan busana yang akan ditampilkan dalam unjuk karya akhir. Dalam peragaan busana akhir September 2025 nanti, hanya akan ditampilkan lima looks dengan masing-masing tiga artikel peserta. 

Keberlanjutan menjadi tema utama yang diangkat pada tahap tiga ini. Dibuat dengan tangan, menggunakan teknik yang diwariskan turun-temurun, batik mencerminkan proses produksi yang ramah lingkungan dan padat karya, sehingga secara langsung memberdayakan perajin lokal. Melalui program ini, keberlanjutan tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi dan lingkungan, tetapi juga sosial dan budaya.

Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS

Kerja Sama untuk Satu Koleksi yang Padu 

Hal yang akan dilakukan secara berbeda pada tahap ini adalah pada tahun ini, peserta harus berkolaborasi dengan UMKM lain untuk menghasilkan satu koleksi kolektif yang padu. Dengan demikian, warna, tema, dan jenis busana serta produk pun telah dirancang sejak awal sehingga dapat saling melengkapi. UMKM akan dipasangkan sejak awal sesuai kemampuan dan ciri khas masing-masing. 

 

Output akhir dari kelas fesyen tahun ini mencakup dua tampilan/look, yaitu satu tampilan pribadi dan satu tampilan kolaborasi.  Keduanya dirancang agar dapat berdiri sendiri sebagai karya yang utuh, juga bisa dipadukan secara harmonis satu sama lain, membentuk narasi visual yang saling melengkapi.  

 

Tampilan pribadi dikembangkan dari mood board masing-masing peserta yang sebelumnya telah dikurasi dari mood board kolektif kelas. Proses ini mendorong peserta untuk mengeksplorasi identitas kreatifnya sendiri, sekaligus merespons dan berkontribusi dalam dinamika visi bersama. Dengan pendekatan ini, hasil akhir tidak hanya mencerminkan keunikan individu, tetapi juga menunjukkan kemampuan berkolaborasi dalam mencipta.

 

Pengenalan jBatik Color Alchemy 

Setelah menjadi persoalan tersendiri dalam pelatihan tahap dua, teknis mengenai perancangan warna batik menjadi perhatian khusus dalam diskusi antara Tim Motif dan Tim Desainer. Dalam pemaparannya, Direktur Desain Batik Fractal, Muhamad Lukman mendemonstrasikan proses pencocokan warna menggunakan jBatik Color Alchemy, laman baru besutan Tim Motif Batik Fractal.

Dalam laman ini, terdapat katalog warna berbasis AI, yang mencakup berbagai jenis pewarna seperti napthol, remasol, indigosol, pewarna alam, hingga tren warna yang berkembang di tahun berjalan. Katalog ini menjadi panduan penting dalam proses desain dan produksi, baik secara manual maupun digital. Ke depannya, jBatik Color Alchemy ini diharapkan dapat menjadi rujukan warna dalam pelatihan dan proses produksi batik, tidak hanya dalam pelatihan Sukabumi-Cianjur, tapi secara nasional. 

Di samping pembahasan seputar pelatihan, dalam kegiatan ini dibahas juga berbagai rencana kerja Batik Fractal lain yang sejalan, seperti rencana pameran produk di Osaka World Expo, kolaborasi dengan Bale Jayaniti yang sedang berjalan, serta beberapa kolaborasi lain, seperti dengan Museum Batik dan Resort Banyan Tree. 

Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS