Jelang Pelatihan Batik Fractal-LPS tahap tiga, peserta dan tim ahli Pelatihan Batik Fractal-LPS kembali dipertemukan dalam Engagement Peserta Pelatihan Tahun 2025, Senin, 19 Mei 2025. Pukul 10.20, acara dibuka oleh manajer lapangan Batik Fractal, Rais Meiyana, dilanjutkan sambutan dari perwakilan Direksi Batik Fractal selaku pelaksana kegiatan, Nancy Margried dan Muhamad Lukman. 

Dalam sambutannya, Nancy menekankan pentingnya komitmen peserta dalam mengikuti pelatihan, terutama dalam membagi waktu antara pelatihan dan aktivitas produksi agar UMKM tetap dapat berjalan secara produktif. Sementara itu, Lukman mengingatkan bahwa kegiatan ini menjadi awal dari tahap baru pelatihan yang akan dimulai esok hari dengan materi yang berkembang.

Dalam acara yang digelar di Hotel Balcony, Sukabumi, ini sambutan kemudian dilanjutkan oleh Bapak Jimmy Ardianto, Sekretaris Lembaga LPS. Selain  menyampaikan dukungan penuh LPS terhadap keberlanjutan program pelatihan ini, beliau juga mengapresiasi rencana Batik Fractal untuk membawa produk-produk hasil pelatihan ke ajang pameran internasional, seperti di Osaka dan Paris. Menurutnya, ketika hasil kerja para pelaku UMKM sudah mulai mendapat perhatian di tingkat global, maka penting untuk menjaga konsistensi mutu dan kesinambungan kualitas produksi.

Demi mencapai target ini, dalam sesi selanjutnya, Nancy Margried dan Muhamad Lukman memaparkan program kegiatan 2025 lebih lanjut. Rencana ini meliputi lini masa  pelatihan, fokus pada pengembangan produk berbasis budaya yang berkelanjutan, serta kolaborasi antara peserta pelatihan dengan berbagai mitra dan pameran. 

Sebagai tanda dimulainya pelatihan tahap tiga, Bapak Jimmy Ardianto, Nancy Margried, dan Muhamad Lukman secara simbolis menyerahkan seminar kits kepada perwakilan peserta pelatihan, Julia Lumika, UMKM Digiphoenix Batik dan Boby Sudrawih, UMKM Batik Karamat.

Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS

Perencanaan Warna Menjadi Fokus 

Dalam sesi selanjutnya, Muhamad Lukman kemudian memperkenalkan prototipe AI jBatik Alchemy yang sedang dikembangkan Tim Motif Batik Fractal. Dalam prototipe ini, peserta bisa mendapatkan resep warna digital yang dirancang untuk meminimalisasi kesalahan dalam proses pewarnaan batik, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan hasil yang lebih konsisten.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan peserta. Dalam forum tanya jawab ini, Dani, UMKM Mulya Batik, mempertanyakan tren warna dunia yang menurutnya tidak selalu bisa diterapkan pada batik. Menanggapi ini, Nancy menekankan bahwa Tim Ahli sudah memilihkan warna-warna yang dapat dieksekusi ke dalam teknik pewarnaan batik tradisional. 

Irving, anggota Tim Motif sekaligus pengembang jBatik Alchemy juga menjelaskan bahwa semua resep warna merupakan hasil dari percobaan/eksperimen warna langsung dengan teknik celup dan colet. Dokumentasi dalam prototipe AI  ini juga meliputi data seperti tingkat keasaman (pH) air, suhu, dan waktu pencelupan. Hasil pencelupan ini kemudian diidentifikasi dengan color decoder yang menghasilkan satu kode warna. Meski demikian, prototipe ini masih dalam tahap pengembangan karena baru terdokumentasi sekitar 1000-an warna dari target 8000-an warna. Selain itu, sementara ini bahan pewarna yang diujicobakan masih terbatas pada naptol dan pewarna alam untuk ecoprint.  

Masih dalam forum ini, menanggapi pertanyaan Faluzia, UMKM Rajafa Creations, Nancy menjelaskan bahwa meskipun dibagi ke dalam dua bagian, yaitu home decor dan fashion, tetapi peserta yang ingin diperbolehkan untuk mengikuti dua kelas. Namun, rencana kehadiran peserta perlu dikoordinasikan lebih dulu kepada Tim Admin. Acara kemudian ditutup dengan santap siang dan beberapa pengumuman tambahan sebagai persiapan kelas yang akan langsung diadakan keesokan harinya. 

Batik Fractal-LPS
Batik Fractal LPS
Batik Fractal LPS