Tren global mencerminkan selera pasar pada saat tertentu di tingkat internasional. Tren ini memberi gambaran tentang permintaan konsumen, sehingga koleksi yang dihasilkan tidak hanya artistik, tetapi juga bernilai jual. Dengan memahami tren ini, pelajar dan desainer dapat menciptakan karya yang relevan dengan kebutuhan pasar, sehingga lebih kompetitif di industri fashion.
Oleh karenanya, seperti dalam pelatihan sebelumnya, dalam rancangan koleksi kali ini, Tim Ahli juga mengajak peserta untuk terlebih dahulu meninjau tren fesyen 2025-2026 yang bertema STRIVE. Tema besar ini kemudian diejawantahkan ke dalam 4 tren besar, dengan masing-masing dua subtren:
- Indie Rebellion, terdiri dari Avant Garde Aphaty, Edgy Authentic
- Quiet Artistry, terdiri dari Art Simplicity dan Future Essential
- Hyper Connnected Flux, terdiri dari Illusory Egnimatic dan Cybernatic Paradox
- Neo Nostalgix, terdiri dari Retrospective dan Artisanal Elegance
Namun, berdasarkan hasil diskusi Tim Ahli, tema Pelatihan Batik Fractal-LPS 2025 ini merupakan tren Strive 2025/2026 yang dipadukan dengan pertimbangan potensi dan karakter peserta. Dengan demikian, disimpulkan bahwa ada empat tren dan subtren yang akan menjadi rujukan dalam perancangan desain dalam pelatihan 2025, yaitu: Indie Rebellion, Quiet Artistry, Neo Nostalgic, dan Artisanal Elegance.
Empat Tren dan Subtren dalam Pelatihan 2025
Menurut desainer fesyen, Sabrina Raissa, terpilihnya masing-masing dua subtren dan tren ini didasari oleh beberapa pertimbangan, seperti gaya desain busana UMKM, palet warna, serta bahan pada subtren yang bisa diakomodasi dengan proses batik. Tren-tren yang dipilih ini juga memuat tren motif yang dapat menjadi rujukan untuk peserta mendesain motif batik. Berikut deskripsi dari empat tren dan subtren terpilih.
Indie Rebellion
Pernyataan berani dan ekspresi diri yang autentik. Menampilkan gaya berani melewati norma mode sebagai ekspresi diri dan relevan untuk produk bermotif batik.
- Tema: elemen berani, dekonstruktif, ekspresi personal, bersahaja
- Motif: abstrak, geometris, garis tebal dan dinamis
- Material: katun, linen, denim, kulit
- Warna: abu-abu, merah tua, ungu tua, biru tua, hitam, putih
- Aksesori: tote bag besar, clutch besar, bucket hat
Referensi visual motif batik: motif bold, berukuran besar (ceplokan), figuratif, geometris seimbang. Warna cenderung gelap dan kontras.
Referensi visual motif ecoprint: motif cenderung organis; warna cenderung gelap; geometris dan organis; menggunakan tanaman yang ukuran daun dan bunganya tidak lebih dari 10 cm; disarankan eksplorasi mix technique dengan batik/tie dye atau dua kali pengerjaan steam ecoprint agar dapat mengejar visual overlapping.
Art Simplicity
Merayakan keindahan dalam kesederhanaan. Tren ini berfokus pada desain minimalis dan tak lekang oleh waktu dengan desain buatan tangan yang indah, juga memprioritaskan konsep keberlanjutan (sustainable).
- Tema: kesederhanaan yang indah, keterampilan buatan tangan, timeless, sustainable.
- Material: material alami, seperti katun, linen, sutra
- Detail: pakaian yang loose (longgar), outer, celana kulot, rok lilit, dan segala sesuatu yang memainkan drappery, efek flowy dan jatuh
- Motif: polos tanpa hiasan
- Detail: halus namun rumit, memainkan bordir atau sulam, siluet sederhana
- Gaya: gaun sederhana dengan sandal kulit, atau t-shirt katun ditumpuk dengan sweater cashmere
- Aksesori : mini clutch, sling bag, drawstring bag, mini handbag (material silky atau transparan dengan finishing bordir atau embellishment)
- Warna: gading/ivory, abu tua/ taupe, abu muda, biru tua/navy, coklat tanah, hijau kusam, pastel.
Referensi visual motif batik: warna cenderung terang; motif organis dan dinamis (sulur tanaman); motif geometris kecil (terdiri dari titik atau garis yang berkelompok menjadi sebuah bentuk).
Referensi visual ecoprint: motif cenderung organis; warna latar diutamakan terang; motif disusun berjarak/renggang, atau hanya dibuat penuh pada 1 sisi; menggunakan tanaman yang ukuran daun dan bunganya tidak lebih dari 10cm; perbanyak sulur, gulma, dan tanaman dengan daun memanjang/membulat; pilih tanaman maksimal 3 jenis dengan 1 jenis yang menjadi aksen utama.
Retrospective
Meromantisasi masa lalu. Tren ini menghargai pesona abadi masa lalu sekaligus memadukannya dengan desain modern.
- Tema: meromantisasi masa lalu, nostalgia dengan sentuhan modern, retro, klasik, kontemporer, abadi.
- Material: sutra, dobby, katun.
- Detail: potongan asimetris, siluet retro seperti a-line, potongan menggembung, potongan tailoring, celana potongan lurus untuk laki-laki maupun perempuan, high waist, midi skirt/ dress, lengan terompet.
- Gaya: padu padan rok a-line motif bunga dengan crop top dan aksesori besar, gaun modern minimalis ditumpuk blazer.
- Warna: orange, kuning, biru, coklat agak tua, cream peach.
Referensi visual motif batik: geometris abstrak, banyak memainkan motif dasar seperti segitiga, lingkaran dan lainnya yang dikomposisikan satu sama lain. Campuran bentuk geometris dengan bentuk dinamis sebagai pengisinya. Floral power, perpaduan motif bunga dengan ukuran besar dan kecil yang dikomposisikan. Bisa juga menggunakan buketan yang penuh. Komposisi motif cenderung penuh.
Referensi visual ecoprint: susunan tanaman dipotong berbentuk bidang dengan pola geometris. Susunan motif organis gaya buketan, dibuat lebih tinggi dan memenuhi bagian tengah kain. Layering bentuk organis dan geometris dengan pola repetisi bunga. Latar diutamakan berwarna gelap. Dapat menggunakan 2–4 jenis tanaman dengan warna yang berbeda (jika memungkinkan).
Artisanal Elegance
- Tema: seni budaya dengan keanggunan visual eklektik
- Motif: dekoratif, abstrak, giant floral, paisley
- Material: dutra, linen, katun
- Warna: nuansa hangat, biru kelam, ungu tua
- Aksesori: hand bag dan tote bag mix material
Referensi visual motif batik: motif giant flower dengan frame/isen-isen motif geometris (hanya pelengkap); paisley repetisi dengan detail ornamen dalam bidangnya; motif geometris repetisi dengan detail ragam hias yang rumit di dalam bidang (contoh: batik tambal lasem); bunga dan sulur seperti buketan; penempatan motif bunga dan sulur dapat berhadapan penempatannya pada baju; komposisi motif yang tidak terlalu penuh.
Referensi visual ecoprint: tanaman-tanaman berukuran besar untuk membentuk giant flower (dapat menggunakan susunan daun); motif dinamis sulur-sulur dan repetisi statis (untuk mengejar visual statis seperti tenun); motif organis tanaman mirroring; perlu banyak kombinasi tanaman berukuran besar (aksen utama) dan motif tanaman-tanaman kecil.
Pembagian Kelompok UMKM berdasarkan Tren
Tim Ahli kemudian mengelompokkan peserta ke dalam masing-masing tren dan subtren. Menurut Sabrina, pengelompokkan ini didasarkan pada beberapa hal berikut:
- Referensi motif dan gaya busana yang telah dikreasikan para UMKM pada tahun-tahun sebelumnya
- Kecenderungan motif UMKM pada tren tertentu
- Palet warna yang biasa digunakan oleh para UMKM
Berdasarkan faktor-faktor di atas, UMKM dikelompokkan berdasarkan tren dan subtren berikut.
Indie Rebellion
Sukuraga
Batik Degung
Batik Nidong
Rajafa Creations
Art Simplicity
Razita Nu Geulis
Nasya Gallery
Batik Sukabumi by Tenny
Helianthus Project
Batik Sanaya by Shafa
Retrospective
Angglang Daun Eco-print
Batik Lokatmala
NAMINA
Batik Dahlia Genturan
Artisanal Elegance
Pondok Batik Sukabumi
Fordan by Usu Sebastian
DigiPhoenix Batik
Rezt Batik
Jika pada UMKM fesyen digunakan empat subtren, Tim Ahli memutuskan bahwa UMKM produk diklasifikasikan menjadi dua kelompok berdasarkan dua subtren yang dipadukan menjadi satu. Pembagian dua tema ini didasarkan pada hasil evaluasi Tim Desainer Produk, Nurul Lathifah dan Annisa Fauziah.
Kombinasi tema satu dan dua dibuat agar pada tahun ke-3 ini peserta lebih terarah dari sisi identitas produk/motif tapi bisa tetap mengikuti tren. Pembedaan tema 1 dan 2 ini membuat konsep visual menjadi lebih kontras dan mudah diterapkan. Kombinasi ini juga diharapkan dapat lebih mudah diaplikasikan, terutama setelah pelatihan berakhir. Berikut pembagian kelompok UMKM produk berdasarkan kedua tema tersebut:
Tema 1: Avant Garde dan Retrospective
Kata kunci: bold, rustic, elemen figuratif abstrak
Warna: kelam bersahaja
Daftar UMKM yang menerapkan tema ini:
Batik Warga, Batik Sawargi, Hidi Project, Sukabumi Bageur, Batik Karamat, I.Cland, Simkuring, Mewangii Batik.
Tema 2: Quiet Artistry & Artisanal Elegance
Kata kunci: simplicity, harmony, delicate
Warna: lembut dan hangat
UMKM yang menerapkan tema dua ini, yaitu:
Kreasi Nan, Batik Kakak, Masagi, KreasiApik, Batik Geulis.
Image Board sebagai Panduan
Pada 21 dan 22 Mei 2025, secara bergantian, kelas diikuti oleh UMKM suvenir dan dekorasi rumah, dilanjutkan diikuti oleh UMKM fesyen. Dalam masing-masing kelas, Tim Ahli Desainer Produk dan Desainer Fesyen memaparkan materi tentang tren dan image board untuk desain produk dan desain fesyen. Pemahaman akan tren dan image board ini menjadi dasar peserta untuk merancang koleksi dekorasi rumah dan aksesori fesyen, membuat technical drawing, serta purwarupa produk.
Kelas dilanjutkan dengan praktik pembuatan image board yang dikerjakan oleh masing-masing peserta. Materi ini menjadi dasar bagi kegiatan selanjutnya, yaitu merancang koleksi home decor dan aksesori fesyen dan membuat technical drawing.
Image board dibuat dengan langkah berikut.
- Memilih referensi siluet/bentuk produk
- Memilih referensi detail produk (tekstur/finishing)
- Memilih layout scarf
- Memilih referensi motif (batik tulis/cap)
- Menentukan kelompok warna koleksi
- Menyusun gambar pada lembar kerja
- Menentukan kata kunci dari image board
- Asistensi dengan Tim Ahli sebelum menempel gambar
Kegiatan kemudian diakhiri dengan presentasi image board dari beberapa UMKM.
Kelas Kolaborasi
Jika sebelumnya UMKM produk dan suvenir serta UMKM fesyen menjalani kelas secara terpisah, pada kelas kolaborasi ini dua kelompok peserta dipertemukan. Dalam kelas pada 23 Mei 2025 ini, peserta dibagi ke dalam 8 kelompok sesuai subtren yang telah ditentukan oleh Tim Ahli. Dalam tiap kelompok terdiri dari UMKM fesyen dan produk yang kemudian berkolaborasi menciptakan satu lembar kerja.
Lembar kerja ini memuat sketsa berbagai produk yang akan diproduksi dan menjadi satu tampilan kolaborasi. Selesai berdiskusi, masing-masing perwakilan tim mempresentasikan lembar kerjanya di depan peserta lain. Tim Ahli kemudian memberikan asistensi kepada tiap kelompok untuk memfinalisasi desain.
Keluaran Kelas Fesyen Tahun 2025
Keluaran kelas fashion tahun 2025 ini adalah membuat 5-10 produk batik dengan 1 tampilan untuk koleksi pribadi dan 1 tampilan kolaborasi/padu padan.
Ketentuan untuk 1 tampilan pribadi
- 2-5 produk batik dalam 1 tampilan
- 2-5 produk ini sudah termasuk dengan pairing polos yang tidak boleh menjadi dominan
Ketentuan untuk 1 tampilan kolaborasi
- 1 tampilan yang terdiri dari 3 produk batik (masing-masing UMKM membuat minimal 1 produk)
- Tiap UMKM harus memasukkan karyanya ke dalam look tersebut
- Penempatan motif batik boleh dipertimbangkan untuk memenuhi keseimbangan look
- Adanya kolaborasi antara UMKM fesyen serta UMKM suvenir dan dekorasi rumah.
Keluaran Koleksi Produk 2025
Keluaran koleksi produk tahun 2025 dibagi ke dalam dua kategori utama, yaitu dekorasi rumah dan aksesori fesyen.
Kategori Dekorasi Rumah
Ruang tamu
Produk yang dikembangkan untuk ruang tamu, meliputi: sarung bantal, sofa throw, coaster, tempat tisu, dan kotak penyimpanan.
Ruang makan
Produk yang difokuskan untuk ruang makan, meliputi: table runner, serbet, placemat, alas gelas, dan pot holder.
Kategori Aksesori Fesyen
- Scarf (wajib)
Setiap peserta wajib memproduksi scarf batik tulis dengan ukuran 115 cm x 115 cm. - Aksesori rambut dan tas
Berbagai produk aksesori dan tas yang dapat dikembangkan antara lain
meliputi: bando, scrunchie, topi, clutch, tote bag, sling bag, hand bag.
