Setelah dibekali pemahaman akan tren dan merancang image board, mulai Selasa, 27 Mei 2025, UMKM batik Sukabumi-Cianjur menjalani pelatihan jBatik selama empat hari. Pada hari perdana pelatihan jBatik, peserta belum mengakses laptop. Materi dibuka oleh Tim Ahli Desain Motif, Yuramia Oksilasari yang menjelaskan tentang materi, dilanjutkan pemaparan materi eksplorasi motif oleh Irving Gustav.
Edukasi Eksplorasi Motif (Freehand Drawing)
Dalam materi ini, peserta diajak untuk memahami tren motif pada produk fesyen dan dekorasi rumah global. Tugas pertama yang diberikan adalah memetakan target pasar pengguna batik di atas kertas. Irving menjelaskan bahwa pemetaan ini penting agar peserta dapat mengenali kebutuhan mereka sendiri sekaligus menentukan jenis motif yang akan mereka buat.
Selanjutnya, untuk menerapkan strategi adaptasi visual, Tim Ahli mengajak peserta untuk membuat sketsa freehand drawing dengan menghasilkan dua motif batik cap dan satu motif batik tulis menggunakan metode manual, yakni formal, stilasi, dan abstraksi pada kertas kerja A4. Sementara itu, UMKM ecoprint diajak membuat tiga motif dasar dengan metode serupa.
Mayoritas UMKM tampak antusias menjalani proses ini, meski capaian mereka bervariasi. Beberapa UMKM mampu mengeksekusi eksplorasi motif dengan cepat, tapi sebagian lainnya masih kesulitan memutuskan arah desain. Tercatat sekitar 40% peserta belum menyelesaikan motif batik tulis mereka.
Beberapa peserta masih kebingungan cara mengunggah sketsa ke jbatik.com, ditambah kendala akses internet. Kelas hari pertama ini selesai pukul 15.30, dilanjutkan dengan evaluasi oleh Tim Ahli sambil melakukan uji coba controller jBatik Experience.
jBatik Refreshment Course dan Pengenalan jBatik Web Apps
Hari kedua ini dimulai setelah persiapan laptop peserta, juga distribusi laptop hibah dari LPS. Pembelajaran dibuka dengan penjelasan singkat oleh instruktur Muhamad Lukman yang memaparkan rencana pelatihan kelas motif selama tahap 3.
Hari ini Tim Motif melaksanakan tiga agenda dengan target: desain canting cap, instalasi jBatik5, dan penyuluhan WebApp. Kelas dimulai pada pukul 09.30 dengan pembukaan oleh Direksi Batik Fractal, Muhamad Lukman yang memberikan materi Refresher jBatik dengan Menggambar Motif. Pada kesempatan ini, Tim Ahli mengajak peserta untuk menciptakan motif yang tidak simetris namun tetap seimbang dan harmonis. Lukman memberi masukan bahwa motif diharapkan tidak terlalu berada di tengah frame, dengan layout yang lebih variatif. Ia menekankan pentingnya variasi layout agar tidak monoton, misalnya dengan sedikit menabrakkan motif, mengatur layout menjadi setengah, atau memutar cap layout pada beberapa bagian.
Variasi ini dapat mengurangi kesan pengulangan cap yang monoton. Variasi untuk mengurangi kesan monoton ini bisa dilakukan dengan beberapa cara, seperti sedikit menabrakkan motif, mengatur layout menjadi setengah, atau memutar cap layout pada beberapa bagian.
Membuat Motif Batik Cap dan Tulis
Selain itu, Tim Ahli memberikan templat rancangan motif sesuai tema atau subtren masing-masing peserta, yaitu Indie Rebellion, Simplicity, Retrospective, dan Artisanal Intelligence. Hal ini memungkinkan peserta untuk langsung berkarya sesuai tema yang diangkat. Proses pembuatan motif didampingi oleh Tim Ahli yang memberikan asistensi secara bergantian.
Pada hari kedua ini juga diberikan instalasi jBatik5 untuk laptop peserta. Kegiatan ini diikuti pemaparan panduan penggunaan jBatik Alchemy oleh Tim Ahli, Ben Prayudha. Dalam paparannya, Ben menegaskan bahwa WebApp ini bersifat eksperimental dan terus dikembangkan melalui data serta koreksi dari para pengguna. Diperkenalkan juga fitur katalog warna pada jBatik Alchemy, lengkap dengan resep warna yang memudahkan peserta mengakses dan mencoba berbagai kombinasi warna sesuai kebutuhan.
Hari ketiga, 29 Mei 2025, peserta diajak untuk membuat motif batik cap kedua sebagai alternatif. Dalam evaluasi, ditemukan fakta bahwa masih terdapat beberapa peserta yang capaian karyanya kurang meyakinkan, sehingga perlu segera diintervensi oleh instruktur.
Di sisi lain, beberapa isu teknis seperti import library di jBatik dan proses unggah ke jbatik.com masih menjadi kendala. Banyak peserta yang masih kebingungan dengan cara login, kesulitan koneksi internet, hingga belum memahami prosedur unggah. Sebagai respons, bahan ajar Cara Unggah telah ditampilkan di layar dan akan dibagikan ke peserta melalui WhatsApp.
Meskipun pelatihan ini sudah memasuki tahun ketiga, hanya beberapa peserta yang terlihat memanfaatkan jBatik di luar kelas. Ini terlihat dari sisi peningkatan keterampilan beberapa peserta, seperti Julian Fawzia, UMKM Rajafa Creations yang menurut Ben Prayudha karyanya tampak matang dan berhasil melakukan modifikasi motif dengan baik.
Tantangan Motif Batik Tulis
Pada hari keempat, sekaligus hari terakhir pelatihan jBatik tahap pertama, peserta membuat motif batik tulis pada jBatik. Bagi UMKM fesyen, motif ini diperuntukkan untuk pembuatan kain fesyen berukuran 250 x 115 cm, serta untuk scarf dan kain suvenir ukuran 115 x 115cm untuk UMKM produk.
Dalam proses membuat motif batik tulis, para peserta mengalami tantangan tersendiri dibandingkan membuat batik cap. Menurut Irving Gustav, mereka kesulitan dalam menentukan skala, komposisi, prinsip, dan elemen visual yang sesuai, serta bagaimana menyesuaikan tren dengan karakteristik batik tulis. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Tim Ahli memberikan contoh melalui sketsa gambar dan membantu menggambar bagi peserta yang belum dapat menuangkan idenya. Selain itu, tim ahli juga menginformasikan prinsip-prinsip pewarnaan dan tahapan teknis produksi dalam batik tulis. Dalam kelas ini, peserta diajarkan tentang L-system dan penggunaan jBatik untuk menyederhanakan pembuatan motif tanpa harus menggandakan banyak layer. Kelas ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya empat hari pelatihan intensif yang penuh dengan dinamika, eksperimen, dan semangat kolaborasi.
