Dalam kunjungan setahun lalu ke Museum Batik Indonesia, 17 Mei 2024, dengan bangga Tim Batik Fractal mendapati bahwa Batik Fractal tercatat dalam panel sejarah batik Indonesia. Kini, pada 30 September 2025, menjelang Hari Batik Nasional, Tim Batik Fractal kembali bertandang ke museum. Kali ini, Batik Fractal datang membawa dua lembar kain batik untuk dihibahkan. Hibah ini dimaksudkan untuk melengkapi tampilan pada panel museum, juga untuk mengukuhkan eksistensi Batik Fractal dalam sejarah batik Indonesia. 

Batik Fractal Museum Batik
Batik Fractal Museum Batik
Batik Fractal Museum Batik
Batik Fractal Museum Batik

Penerimaan Kain Hibah

Di museum, Direktur Batik Fractal, Nancy Margried dan Muhamad Lukman beserta tim disambut oleh Penanggung Jawab Unit Museum Batik Indonesia, Ni Luh Putu Chandra Dewi serta Kapokja Pameran, Kuratorial, dan Konservasi, Gardinia Agusta. Dalam suasana informal, Ni Luh mengungkapkan apresiasinya akan hibah dan kunjungan Batik Fractal yang hadir hampir dalam formasi lengkap. Sementara itu, Nancy Margried mengungkapkan rasa bahagianya, “Sebuah kebanggaan bisa tercatat dalam sejarah batik Indonesia. Umumnya seorang tokoh baru tercatat ketika sudah tiada dan menjadi legenda. Kini kita menyaksikan sendiri Batik Fractal tertulis dalam panel Museum Batik.”

Setelah diterima, kedua kain ini kemudian diperiksa dengan seksama oleh tim kurator agar memenuhi kriteria kelayakan untuk menjadi benda budaya Museum Batik. Setelah Direksi Batik Fractal dan Museum Batik saling menandatangi berkas serah terima, Tim Batik Fractal sekali lagi diajak untuk tur mengunjungi berbagai panel Museum Batik didampingi seorang pemandu. 

Garuda Lungrekta dan Parang Segara

Kedua motif ini didesain Batik Fractal menggunakan piranti lunak jBatik dan dicanting oleh tangan-tangan pembatik halusan Batik Katura Cirebon. Masing-masing motif dinamai Garuda Lungrekta dan Parang Segara. Garuda Lungrekta terinspirasi relief dalima (buah delima) pada dinding bangsal di dalam Keraton Kasepuhan Cirebon. Garuda Lungrekta merupakan perpaduan dari motif sulur tanaman, kembang kanigaran dari sisi atas secara dua dimensi, delima, dan dua ekor burung. Harmoni antara kekuatan garuda dan keanggunan lung-lungan, melambangkan keseimbangan duniawi dan spiritual. 

Sementara itu, motif Parang Segara merupakan pengembangan motif parang, pola batik klasik yang tersusun diagonal dengan elemen khas curigo, sebutan untuk keris dalam budaya Jawa. Lekukan keris biasanya terlihat sebagai garis berkelok ke kanan dan kiri dalam bidang datar. Tetapi jika dibayangkan dalam ruang tiga dimensi, ia bergerak seperti pegas berputar satu arah. Dalam Parang Segara, susunan keris disusun dari bentuk sederhana hingga kompleks, menciptakan irama yang menyerupai gelombang lautan. Motif ini menggambarkan keseimbangan antara keteguhan dan keluwesan, seperti karang yang kokoh di tengah samudra.

Batik Fractal Museum Batik
Batik Fractal Museum Batik

Batik Fractal sebagai Keragaman Teknik Batik 

Batik Fractal sendiri tercatat dalam panel Museum Batik pada salah satu panel berjudul Keragaman Teknik Batik. Panel ini menceritakan tentang aneka teknik pembuatan motif batik. Dipaparkan bahwa selain digambar secara manual, batik juga bisa diciptakan dengan teknik jumputan dan dengan teknik lukis. Di samping itu, motif juga dapat didesain dengan rumus fractal menggunakan piranti lunak komputer, yang dikenal dengan sebutan batik fractal. Teknik inilah yang diciptakan oleh Batik Fractal sejak 2007. 

Museum Batik Indonesia sendiri berlokasi di dalam area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Museum yang dibangun oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini resmi dibuka sejak 2023 dan saat ini berada di bawah pengelolaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Ruang pameran tetap Museum Batik terbagi menjadi tujuh, yaitu Ruang Sejarah Batik Nusantara, Ruang Khazanah Batik Nusantara, Ruang Teknik Pembuatan Batik, Ruang Penggunaan Batik secara Tradisional, Ruang Perkembangan Batik, Galeri Kemasyuran, serta Ruang Kesimpulan. Di museum ini terdapat ruang audiovisual. Pengunjung dapat menyaksikan video proses membatik, juga media-media interaktif yang dapat diakses pengunjung untuk menemukan informasi.