Tak hanya diterapkan pada kain, motif batik dapat diaplikasikan ke media lain, atau dikenal dengan konsep batik beyond textile. Kali ini, Batik Fractal berkesempatan bekerja sama dengan produsen glass block MuliaGlass untuk menciptakan kain bermotif batik yang terinspirasi dari koleksi baru mereka, Noor Series. 

Koleksi dan Makna Baru: Pendar Cahaya 

Empat balok kaca koleksi terbaru MuliaGlass, yaitu motif Arka, Deepa, Amany, dan Nairin diterjemahkan ke dalam motif batik dengan nama sama. Motif-motif ini dikreasi kembali dengan judul Pendar Cahaya, dengan makna baru berikut:

 

Batik Fractal MuliaGlass
Batik Fractal MuliaGlass

Koleksi dan Makna Baru: Pendar Cahaya 

Empat balok kaca koleksi terbaru MuliaGlass, yaitu motif Arka, Deepa, Amany, dan Nairin diterjemahkan ke dalam motif batik dengan nama sama. Motif-motif ini dikreasi kembali dengan judul Pendar Cahaya, dengan makna baru berikut:

  • Arka: motif Arka terinspirasi dari lambang Surya Majapahit, ornamen berbentuk matahari bersudut 8, mewakili konsep Dewata Nawasanga, pengatur penjuru mata angin. 
  • Deepa: deepa adalah cahaya pelita sebagai metafora spiritual dalam budaya Nusantara, melambangkan semangat untuk memperjuangkan kebaikan. 
  • Amany: dalam tiap bentuk geometrisnya, Amany adalah pengingat bahwa harapan adalah kekuatan yang menyatukan kita dengan alam dan masa depan. 
  • Nairin: dengan pusat bunga yang dikelilingi sulur-sulur, motif Nairin menggambarkan keindahan yang memancar dari keseimbangan alam


Empat motif ini kemudian diproses menjadi kain batik dan dikreasi menjadi 21 busana dan kriya, yaitu busana pria dan wanita, aksesori seperti obi, juga kriya, seperti sarung bantal, coaster, tempat tisu. Seluruh koleksi ini nantinya akan diluncurkan pada bulan Oktober sehingga dapat dibeli oleh umum.

Batik Fractal MuliaGlass
Batik Fractal MuliaGlass

Pameran Tata Natah dan Gelar Wicara 

Koleksi glass block Noor dan koleksi busana serta kriya Pendar Cahaya ini ditampilkan dalam MuliaGlass Pavilion 2025. Pameran ibertajuk Tata Natah ini digelar di Atrium Senayan City, Jakarta, pada 4 –7 September 2025. Tata Natah dimaknai sebagai tata ruang kosong (natah) dan jalur (lebuh) yang merefleksikan harmoni manusia, alam, dan spiritualitas dalam arsitektural. 

Dalam pameran ini dihadirkan juga rangkaian gelar wicara yang dibuka oleh Batik Fractal. Dalam kesempatan ini, Direktur Desain Batik Fractal, Muhammad Lukman, memaparkan tentang sekilas sejarah batik dan akulturasi budaya dalam berbagai motif batik. “Batik dapat dilihat sebagai metode, juga sebagai motif. Batik sebagai motif memiliki fleksibilitas tinggi, sehingga dapat diterapkan tidak hanya pada kain, tapi juga pada materi lain,” Lukman menjelaskan. 

Dalam koleksi Pendar Cahaya yang terinspirasi Noor Series MuliaGlass, aksen-aksen geometris dari Timur Tengah diadaptasi ke dalam motif-motif batik. “Segi delapan dalam motif bermakna sangat luas. Selain banyak diterapkan dalam arsitektur Islam, segi delapan mengisi ruang dengan sangat baik sehingga memberikan kesan penuh,” ujar Lukman. 

Setelah terjadi tanya jawab dan diskusi dengan beberapa peserta, acara ditutup dengan pemberian bingkisan dari Batik Fractal untuk dua penanya, serta foto bersama. 

Batik Fractal MuliaGlass