Rangkaian pelatihan Tahap 1 Program Penguatan Kapasitas Pembatik melalui Pelatihan Digital, Keuangan, dan Komersialisasi yang diselenggarakan Batik Fractal bersama SMI diawali dengan kelas administrasi dan bisnis. Selama tiga hari di Rumah Batik Fractal-SMI, Sukabumi, sepuluh UMKM batik dan ecoprint terpilih mengikuti pendampingan intensif untuk memperkuat fondasi legal usaha, mulai dari pengurusan administrasi perpajakan hingga penghitungan harga pokok produksi (HPP).
Seluruh materi dibawakan oleh Tim Administrasi Batik Fractal, yaitu Rais Meiyana, Ananda Saputra, dan Rifky Efryan Pangkey, juga Direktur Batik Fractal Nancy Margried. Tidak sekadar memberikan teori, kelas dirancang dalam bentuk praktik langsung sehingga setiap peserta menyelesaikan tahapan administrasi usahanya secara bertahap dengan pendampingan tim ahli.
Sistem dan Proses yang Penuh Tantangan
Hari pertama, Selasa, 4 Agustus 2026 dimulai dengan pembuatan NPWP Pribadi melalui sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak serta pendaftaran PT Perorangan melalui platform Administrasi Hukum Umum (AHU Online). Dalam materi dijelaskan bahwa NPWP Pribadi menjadi identitas perpajakan bagi pelaku usaha perseorangan dan merupakan salah satu syarat penting untuk mengurus legalitas usaha, membuka rekening bisnis, hingga menjadi dasar administrasi saat mengajukan NPWP badan usaha. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui Coretax.
Meski terlihat sederhana, proses ini menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian peserta. “Kelas ini cukup menantang karena memerlukan keterampilan digital dan data-data yang belum dimiliki sebagian UMKM. Namun, dengan pendampingan Tim Ahli Batik Fractal, seluruh peserta dapat memproses tahapan ini dengan lebih percaya diri,” ujar Manajer Lapangan Rais Meiyana.
Tantangan muncul bahkan sejak tahap awal. Membuka akun Coretax membutuhkan proses verifikasi melalui nomor telepon, aktivasi akun wajib pajak, hingga pengelolaan surat elektronik. Beberapa peserta lupa kata sandi surel, sementara peserta lain belum terbiasa dengan alur administrasi digital. Kendala teknis seperti laptop yang bermasalah maupun peserta yang belum mengingat akun yang telah dibuat sebelumnya juga sempat memperlambat proses. Bagi peserta yang tidak membawa perangkat, Rumah Batik Fractal menyediakan laptop agar seluruh peserta tetap dapat mengikuti praktik secara langsung.
Pada sesi berikutnya, peserta mempelajari tata cara pendirian PT Perorangan melalui AHU Online. Materi menjelaskan bahwa PT Perorangan merupakan badan hukum yang dapat didirikan oleh satu orang pemilik, sehingga menjadi pilihan legalitas yang lebih sederhana bagi pelaku UMKM.
Memasuki hari kedua, peserta melanjutkan proses administrasi dengan pembuatan NPWP Perusahaan dan pengenalan Nomor Induk Berusaha (NIB). Berbeda dengan hari pertama, proses berjalan lebih lancar karena peserta telah diminta menyiapkan dokumen sebelumnya, termasuk alamat usaha, titik lokasi usaha, foto tampak depan tempat usaha, surel aktif, serta dokumen perusahaan. Dalam materi dijelaskan bahwa NPWP Perusahaan menjadi identitas perpajakan badan usaha yang mendukung pengurusan NIB, pembukaan rekening perusahaan, akses pembiayaan, hingga memperkuat profesionalisme usaha.
Hitungan HPP sebagai Fondasi Usaha
Rangkaian kelas ditutup pada Kamis, 6 Agustus 2026, dengan materi Harga Pokok Produksi (HPP). Pada sesi ini peserta belajar menghitung biaya produksi secara sistematis menggunakan lembar kerja HPP berdasarkan studi kasus yang telah disiapkan. Materi HPP mengajak peserta mengidentifikasi seluruh komponen biaya dalam satu koleksi produk batik, mulai dari kebutuhan kain, biaya pembuatan canting, jahit, aksesori, sampel, hingga biaya foto katalog. Seluruh biaya tersebut kemudian dihitung menjadi harga pokok produksi setiap SKU sehingga pelaku usaha dapat menentukan harga jual yang lebih akurat dan berkelanjutan.
Bagi banyak peserta, sesi HPP menjadi latihan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Setiap komponen biaya harus dimasukkan satu per satu secara manual ke dalam formulir perhitungan. Meski cukup menantang, seluruh UMKM berhasil menyelesaikan latihan dengan pendampingan intensif dari Tim Ahli Batik Fractal.
Melalui rangkaian kelas administrasi dan bisnis ini, Batik Fractal tidak hanya membantu UMKM memenuhi aspek legalitas usaha, tetapi juga membangun kemampuan dasar dalam mengelola bisnis secara profesional. Penguasaan administrasi perpajakan, legalitas usaha, hingga kemampuan menghitung biaya produksi diharapkan menjadi bekal penting bagi para pelaku UMKM batik dan ecoprint untuk mengembangkan usaha yang lebih tertib, berdaya saing, dan siap memasuki pasar yang lebih luas.
